PWM DIY Harapkan Musywil XXIV IPM Jadi Momentum Menyiapkan Kader Masa Depan

PWM DIY Harapkan Musywil XXIV IPM Jadi Momentum Menyiapkan Kader Masa Depan

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Iwan Setiawan, M.S.I., menegaskan pentingnya perencanaan masa depan dalam setiap gerakan kader, saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV IPM DIY di BBGTK DIY, Sabtu (18/4).

Dalam sambutannya, Iwan mengutip pesan dalam Al Quran Surat Al-Hasyr ayat 18 yang menekankan pentingnya mempersiapkan diri untuk masa depan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurutnya, nilai tersebut relevan dengan pelaksanaan Musywil sebagai forum strategis yang tidak hanya membahas hari ini, tetapi juga arah gerakan ke depan.

“Sebagai seorang Muslim, kita diminta merencanakan apa yang akan dilakukan hari ini dan masa depan. Saya yakin PW IPM DIY telah merancang dengan baik apa yang sedang dan akan dilaksanakan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keunikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah kecil yang hanya terdiri dari lima kabupaten/kota. Meski secara kuantitas suara relatif kecil dalam forum nasional, DIY memiliki keistimewaan sebagai pusat sejarah dan gerakan Muhammadiyah.

Menurutnya, Yogyakarta merupakan “melting pot” kader Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Banyak pelajar dan mahasiswa datang untuk menempuh pendidikan, kemudian bertumbuh dan berproses dalam gerakan, termasuk di Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

“Dari DIY inilah kader-kader Muhammadiyah tumbuh. Walaupun kecil, Jogja menjadi tempat bertemunya kader dari berbagai daerah yang kemudian bertransformasi menjadi kader nasional,” jelasnya.

Ia mencontohkan keberhasilan kader IPM DIY yang menembus jajaran pimpinan pusat, termasuk Tsabita Ikrima Al Arify yang dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal PP IPM periode 2026–2028, serta kader-kader dari DIY lainnya yang berkiprah pada tingkat nasional melalui diaspora kader di berbagai tempat.

Lebih lanjut, Iwan menekankan bahwa ekosistem perkaderan di DIY didukung oleh ruang-ruang yang dinamis, tidak hanya di kantor PWM DIY Jalan Gedongkuning no. 130 B, tetapi juga di berbagai ruang kreatif seperti warung kopi, perpustakaan, tongkrongan digital di grup WhatsApp/Line/Discord, hingga Pendopo Jamhari sebagai markas Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) DIY.

Menurutnya, dari proses tersebut akan lahir kader-kader yang tidak hanya berkontribusi di persyarikatan, tetapi juga bagi umat dan bangsa. Iwan mencontohkan saat dirinya menjabat sebagai Sekretaris KOKAM periode 2018-2022, ia punya teman yang di Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menjadi Sekretaris Jenderal dan di periode berikutnya menjadi Ketua Umum. Temannya yang dimaksud adalah Dzulfikar Ahmad Tawalla, salah satu kader Muhammadiyah yang berhasil berkiprah di tingkat nasional dengan menjadi Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Kita doakan kader-kader kita bisa bertransformasi menjadi sosok yang berkemajuan, baik sebagai menteri, wakil rakyat, aktivis, pengusaha, dosen, guru, ilmuwan, penegak hukum, dan apapun itu yang sekiranya memberi dampak positif bagi rakyat Indonesia,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Iwan berharap Musywil XXIV IPM DIY mampu melahirkan kader-kader berkualitas yang tidak hanya mampu menjawab tantangan hari ini, tetapi juga visioner dalam merancang masa depan.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman, termasuk penguatan dakwah di media sosial yang dinilainya telah dilakukan dengan baik oleh IPM DIY. Namun demikian, ia mengingatkan agar penguatan di dunia digital tetap diimbangi dengan perkaderan di dunia nyata.

“Perkaderan hari ini berbeda dengan masa lalu, dan akan terus berubah di masa depan. Karena itu, IPM harus mampu membaca tanda-tanda zaman, tanpa melupakan akar gerakan di dunia nyata,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow