PW IPM DIY Dorong Kesadaran Kemanusiaan dalam Merespon Dinamika Kelompok Pelajar di Sekolah
YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PW IPM DIY) kembali menggelar Pelajar Bicara Kemanusiaan edisi ke-2 pada Selasa (23/12) di Aula Gedoeng Moehammadijah, Jalan KH Ahmad Dahlan No. 103, Kota Yogyakarta. Forum diskusi ini mengangkat tema dinamika kelompok pelajar di sekolah dan diikuti pelajar Muhammadiyah se-DIY.
Diskusi menghadirkan Muhammad Yasir Abdad, Sekretaris Pimpinan Pusat IPM Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi pelajar untuk memahami realitas sosial yang mereka hadapi di lingkungan sekolah.
Ketua Umum PW IPM DIY, Naufal Labiba Wildan, menegaskan bahwa pelajar tidak semestinya diposisikan hanya sebagai objek pendidikan, melainkan subjek yang aktif membangun kesadaran dan relasi sosial.
“Pelajar di kelas tidak hanya belajar mata pelajaran, tetapi juga belajar memahami sesama. Dari situ kita tahu kondisi teman, sekaligus belajar memanajemen konflik yang ada di sekolah,” ujar Naufal dalam sambutannya.
Diskusi ini turut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Dr. Iwan Setiawan, M.S.I. Ia menyampaikan bahwa dinamika kelompok geng pelajar di sekolah bukan fenomena baru, melainkan sudah berlangsung sejak lama.
Iwan mengapresiasi langkah IPM DIY yang membuka ruang diskusi tentang kelompok pelajar. Menurutnya, dengan banyaknya sekolah di Yogyakarta, IPM perlu memiliki sikap dan kesiapan dalam merespons berbagai persoalan remaja, termasuk kenakalan pelajar.
“IPM perlu memahami dinamika pelajar hari ini dan menyiapkan cara penanggulangannya secara bijak dan berkemajuan,” ungkap Iwan.
Diskusi semakin semarak dengan kehadiran Anggota DPD RI, Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. Dalam arahannya, Syauqi menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kompetensi diri bagi pelajar Muhammadiyah untuk mengatasi dinamika kelompok pelajar.
“Pelajar dan kader Muhammadiyah harus berani, cerdas, intelektual, dan kritis. Artinya, mampu mengambil solusi secara cepat dan menyampaikan kritik dengan cara yang tepat,” tegasnya.
Syauqi juga mengingatkan tantangan besar pelajar di era kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi media sosial. Ia menilai kemampuan literasi dan berpikir logis menjadi kunci agar pelajar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan dan terjerumus ke dalam lingkungan pergaulan tak sehat.
“Pelajar Muhammadiyah jangan terbawa arus informasi media sosial. Kader berkemajuan harus mampu mencerna informasi dengan logika dan memilih referensi lingkungan yang benar,” pesannya.
Melalui forum ini, Syauqi berharap pelajar Muhammadiyah sejak dini menyiapkan diri sebagai generasi penerus yang akan mengemban amanah persyarikatan dan bangsa.
“Kalau tidak dimulai dari sekarang, yang rugi bukan hanya Muhammadiyah, tetapi juga bangsa ini. Amanah kalian adalah menjaga persyarikatan dan bangsa sesuai cita-cita para pendahulu,” tuturnya.
Menutup arahannya, Syauqi mendoakan agar para pelajar Muhammadiyah kelak mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. “Insya Allah, di tangan kalian bangsa ini akan maju, karena Muhammadiyah senantiasa hadir untuk umat dan bangsa,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow