PT Pindad Berpotensi Jadi Pemasok Alutsista Alternatif di Amerika Latin, Tanpa Risiko Geopolitik

PT Pindad Berpotensi Jadi Pemasok Alutsista Alternatif di Amerika Latin, Tanpa Risiko Geopolitik

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - PT Pindad dinilai berpotensi menjadi pemasok alutsista alternatif bagi negara-negara di kawasan Amerika Latin. Pandangan tersebut muncul sebagai respons atas kebutuhan negara-negara di wilayah tersebut untuk memperkuat kemampuan pertahanan tanpa terjebak dalam persaingan geopolitik antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan akibat maraknya aktivitas kartel dan kelompok kriminal bersenjata, pilihan untuk mengimpor alutsista dari negara yang tidak terafiliasi dengan blok politik global tertentu menjadi semakin penting. Dalam konteks ini, produk pertahanan Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sekaligus peluang besar untuk menembus pasar Amerika Latin.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Rafyoga Irsadana, M.I.S., Ph.D., dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dalam peluncuran buku Ambisi Global BUMN: Kuasa Negara dan Pertaruhan Ekspansi di Amerika Latin pada Jumat (21/11) di Ruang Simulasi Sidang HI UMY.

Rafyoga menegaskan bahwa salah satu kekuatan utama Indonesia dalam industri alutsista global adalah politik luar negeri bebas aktif yang membuat produk pertahanan Indonesia relatif bebas dari risiko geopolitik.

“Ketika sebuah negara membeli persenjataan dari Amerika atau Tiongkok, mereka bisa otomatis diasosiasikan dengan blok tertentu. Indonesia menawarkan risiko geopolitik yang rendah karena posisi strategis kita independen,” jelasnya.

Menurut Rafyoga, negara-negara di Amerika Latin akan merasa lebih fleksibel dan tidak terbebani secara politik ketika membeli alutsista dari Indonesia dibandingkan dari pemasok besar yang membawa dampak diplomatik tertentu.

PT Pindad sendiri memiliki rekam jejak panjang sebagai industri pertahanan yang kredibel sejak masa pra-kemerdekaan Indonesia.

“Sebelum menjadi Pindad seperti sekarang, dulu ia adalah unit di bawah angkatan darat Belanda dan kemudian Jepang, sebelum akhirnya menjadi unit Angkatan Darat Indonesia,” tambahnya.

Transformasi PT Pindad menjadi BUMN memberikan ruang lebih luas bagi perusahaan untuk berinovasi, mengembangkan riset, serta memperluas ekspansi internasional. Sejauh ini, Pindad telah mengekspor berbagai produk alutsista medium-rank, mulai dari senapan, kendaraan taktis, hingga Tank Harimau ke Asia Tenggara, Afrika, Asia Selatan, Australia, dan bahkan Amerika Serikat. Selain ekspor produk, PT Pindad juga aktif menjalin kerja sama melalui proyek joint development dengan perusahaan pertahanan di Turki, Jerman, dan Prancis.

Capaian tersebut, menurut Rafyoga, memperkuat posisi PT Pindad sebagai pemain yang semakin diakui di industri pertahanan global.

Meski demikian, ia menilai kawasan Amerika Latin dan Karibia masih belum tergarap optimal oleh industri pertahanan Indonesia, padahal permintaan alutsista di wilayah tersebut terbilang tinggi. Negara-negara di kawasan itu menghadapi kebutuhan serius untuk memperkuat keamanan domestik akibat meningkatnya aktivitas jaringan kriminal bersenjata.

Situasi tersebut, kata Rafyoga, membuka peluang bagi PT Pindad untuk menawarkan produk dengan kualitas kompetitif dan harga yang lebih terjangkau.

Ia mengingatkan bahwa peluang tersebut tetap disertai tantangan. Persaingan dari pemasok lama seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok masih sangat kuat. Selain itu, dinamika politik domestik di negara-negara Amerika Latin dapat memengaruhi kesinambungan kontrak pertahanan.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya memperkuat industri pertahanan nasional secara menyeluruh agar Indonesia dapat masuk ke pasar Amerika Latin dengan lebih solid.

“Menjual alutsista itu rangkaiannya panjang. Tidak hanya menjual barang, tetapi juga spare parts, maintenance, hingga upgrade produk,” pungkas Rafyoga. (ID)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow