Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY Siapkan Cabang Unggul melalui Bimbingan Teknis
YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Nominasi Cabang Unggul ‘Aisyiyah se-DIY di Aula Lantai 5 Gedung AR Fachrudin Unit A Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (22/8).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (22–23/8), ini diikuti perwakilan cabang terpilih se-DIY. Bimtek menjadi bagian dari rangkaian persiapan pemilihan Cabang Unggul ‘Aisyiyah se-DIY yang diharapkan mampu memperkuat kualitas gerakan di tingkat cabang.
Ketua PWA DIY, Dr. Widiastuti, M.M. menjelaskan, dari total 82 cabang ‘Aisyiyah yang ada di DIY, sebanyak 25 cabang telah dipilih untuk mengikuti proses nominasi Cabang Unggul.
“Dari 25 itu nanti kami akan tentukan cabang-cabang unggul dengan kriteria dari sisi ideologi, kemudian ekonomi, kesehatan, relasi, dan kaderisasi,” ujar Widiastuti.
Menurutnya, Bimtek tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni menyamakan persepsi para peserta mengenai indikator Cabang Unggul sekaligus mendorong munculnya gagasan-gagasan kreatif dari masing-masing cabang.
“Bimtek ini dalam rangka satu, menyamakan persepsi. Kemudian yang kedua untuk memunculkan ide-ide kreatif, termasuk untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” jelasnya.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan sejumlah materi yang meliputi penguatan Gerak Jamaah dan Dakwah Jamaah, tata kelola organisasi yang unggul, peneguhan ideologi, penguatan kepemimpinan berkemajuan, serta inovasi untuk keberdayaan dan kemaslahatan umat. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Malam Inspirasi Cabang Unggul dan diskusi kelompok.
Sementara itu, pada hari kedua, materi diarahkan pada penguatan jejaring dan perluasan dampak gerakan. Peserta mendapatkan materi tentang memperluas jejaring, memperbesar dampak gerakan, memperluas pengaruh melalui media dan komunikasi publik, menyiapkan kader dan menjamin keberlanjutan gerakan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.
Widiastuti mengatakan, setelah mengikuti Bimtek, para cabang nominasi akan diberikan waktu untuk melakukan persiapan dan mengembangkan berbagai program unggulan sebelum memasuki tahap visitasi.
“Kami berikan waktu selama dua bulan untuk mempersiapkan diri. Setelah itu nanti kita akan ada visitasi,” katanya.
Proses persiapan hingga penilaian ditargetkan berlangsung sampai awal 2027 agar setiap cabang memiliki waktu yang cukup untuk mengoptimalkan potensi dan program masing-masing.
“Untuk Cabang Unggul, kami berharap seluruh cabang bisa berusaha secara optimal untuk bisa mencapai keunggulan-keunggulan di bidangnya masing-masing,” tutur Widiastuti.
Ia menambahkan, program tersebut sekaligus menjadi upaya PWA DIY untuk menjadikan DIY sebagai salah satu wilayah yang dapat menjadi teladan bagi gerakan ‘Aisyiyah di daerah lain. DIY memiliki posisi historis sebagai tempat kelahiran ‘Aisyiyah.
“Karena kita menginginkan DIY sebagai tempat kelahiran ‘Aisyiyah menjadi teladan bagi wilayah-wilayah lainnya,” ujarnya.
Setelah proses visitasi, masing-masing cabang akan melalui tahapan penilaian untuk menentukan Cabang Unggul ‘Aisyiyah se-DIY. Puncak pemberian penghargaan direncanakan bertepatan dengan Milad ke-110 ‘Aisyiyah pada 2027.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow