Pengajian ALBHA Kota Yogyakarta Perkuat Komitmen Menjaga Kemabruran Sepanjang Hayat
YOGYAKARTA — Alumni Bimbingan Haji 'Aisyiyah (ALBHA) Kota Yogyakarta Angkatan 2025 menggelar pengajian bertema "Istiqamah Menjaga Kemabruran Sepanjang Hayat" pada Ahad (19/7) di Masjid Al Furqon, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Pengajian ini bertepatan dengan satu tahun kepulangan para jemaah dari Tanah Suci dan dihadiri jajaran Pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) 'Aisyiyah Kota Yogyakarta, para penasihat, pengurus, serta jemaah haji angkatan 2025.
Ketua ALBHA Kota Yogyakarta 2025, Drs. H. Kusmanto, menyampaikan rasa syukurnya karena pengajian rutin yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali dapat kembali terlaksana dalam suasana penuh kebersamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan ibadah haji sekaligus memperkuat komitmen menjaga kemabruran sepanjang hayat.
"Pengajian kali ini sekaligus menjadi media mengenang kembali satu tahun kepulangan kita bersama dalam perjalanan menunaikan ibadah haji. Semoga kita tetap semangat menjaga kemabruran sepanjang hayat," ujarnya.
Ketua KBIHU 'Aisyiyah Kota Yogyakarta, H. Ir. Rowi Sutaryo, mengapresiasi konsistensi ALBHA dalam menyelenggarakan pengajian sebagai ikhtiar merawat nilai-nilai kemabruran. Ia menilai, sinergi seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji semakin kuat, seiring persiapan musim haji mendatang yang mulai dilakukan pemerintah.
Rowi juga menyampaikan bahwa pada musim haji 2026, KBIHU 'Aisyiyah Kota Yogyakarta bersama Lazismu telah mentasyarufkan 303 ekor kambing dam haji tamattu' kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dhuafa, mualaf, dan anak asuh. Ke depan, tata kelola program tersebut akan terus ditingkatkan. Bertepatan dengan pengajian ALBHA, Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PWM DIY juga menggelar Sarasehan Tata Kelola Dam Haji di Tanah Air bersama Badan Pembina Harian KBIHU 'Aisyiyah dan KBIHU 'Aisyiyah se-DIY di Masjid Islamic Center UAD.
Menurutnya, ALBHA memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai wadah silaturahmi para alumni haji, tetapi juga sebagai corong dakwah dan teladan dalam menjaga nilai-nilai kemabruran. Ia berharap ALBHA terus memperkuat program yang menyentuh kebutuhan masyarakat melalui optimalisasi infak dan sedekah sebagai bentuk pengabdian kepada Persyarikatan dan umat.
Sementara itu, Ketua Kafilah Jemaah Haji KBIHU 'Aisyiyah 2025, H. Joko Wisono, S.Pd.I., mengapresiasi keberlangsungan pengajian yang telah rutin dilaksanakan selama satu tahun terakhir. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana konsolidasi sekaligus penyusunan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Memasuki tahun kedua, Joko berharap kualitas program ALBHA semakin meningkat, termasuk mengaktifkan kembali kelompok-kelompok jemaah yang belum optimal. Ia juga mendorong pengembangan program Tabungan Sedekah Sehari Seribu sebagai upaya memperluas partisipasi alumni dalam mendukung berbagai program sosial dan dakwah, seperti pengembangan SCM, pembangunan Gedung KBIHU 'Aisyiyah Kota Yogyakarta di Masjid Al-Irsyad Mergangsan, serta perluasan SD Muhammadiyah Ki Ageng Giring di Paliyan, Gunungkidul.
Puncak acara diisi tausiyah oleh KH Fakhrudin AM, S.I.P. yang mengangkat tema "Istiqamah Menjaga Kemabruran Sepanjang Hayat". Ia mengingatkan bahwa perjalanan haji bukanlah akhir dari proses ibadah, melainkan awal perjuangan untuk mempertahankan kemabruran dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, makna alumni memiliki keterkaitan dengan semangat menjadi pribadi yang terus belajar dan mengembangkan ilmu. Karena itu, ALBHA diharapkan menjadi bagian penting dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang terus menebarkan manfaat bagi masyarakat.
"Istiqamah adalah upaya terus-menerus merawat kemabruran dengan meningkatkan kualitas hubungan kepada Allah (hablun minallah) sekaligus memperkokoh hubungan dengan sesama manusia (hablun minannas). Mari berlomba dalam kebaikan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang," pesannya.
Suasana pengajian semakin khidmat dengan sesi refleksi yang disampaikan H. Warid Abdul Mungin dan Dra. Hj. Ismaryani, Apt., MPH. Keduanya berbagi pengalaman selama menunaikan ibadah haji yang hingga kini masih membekas dalam ingatan.
Warid menceritakan perjuangannya mendampingi sang istri, Hj. Tri Ambar Muryati, yang menggunakan kursi roda dan sempat mengalami tekanan darah tinggi. Berkat pendampingan Pasukan Kursi Roda (Pakuda) KBIHU 'Aisyiyah Kota Yogyakarta, seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar.
Sementara itu, Ismaryani mengisahkan pengalamannya bersama sang suami, Drs. H. Bambang Saparyono, Apt., MPHM, yang semula berstatus jemaah cadangan pada musim haji 2024 dan akhirnya berangkat pada 2025. Pengalaman tersebut membuat mereka lebih siap menghadapi berbagai tantangan di Tanah Suci, mulai dari kram saat thawaf hingga mencari tenda di Mina ketika bus tidak dapat mengantar jemaah tepat ke maktab.
Sebagai penutup, panitia membagikan sejumlah doorprize dari sesama jemaah. Salah satunya berupa buku karya Bambang Saparyono berjudul Mutiyara Tresna dan Ontran-ontran Pucanganom, yang masing-masing merupakan novel dan kumpulan cerpen berbahasa Jawa.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow