Pemetaan Mutu Jadi Kunci Sukses SPMB, BKS SMP Muhammadiyah Sleman Perkuat Strategi Kepala Sekolah
SLEMAN — Badan Kerja Sama (BKS) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman menggelar Workshop Sukses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2027/2028 di Aula Hotel Satriafi, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Kegiatan pada tanggal 7-8 Agustus 2026 ini diikuti seluruh kepala SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman sebagai ikhtiar memperkuat strategi peningkatan mutu sekolah sekaligus meningkatkan keberhasilan pelaksanaan SPMB.
Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan sekolah dalam menghadapi persaingan pendidikan yang semakin dinamis. Salah satu materi utama disampaikan oleh anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Dr. Joko Sutikno, M.Pd., yang mengangkat tema "Pemetaan Mutu Pendidikan sebagai Kunci Keberhasilan SPMB."
Dalam paparannya, Joko menegaskan bahwa keberhasilan SPMB tidak cukup hanya mengandalkan promosi sekolah. Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui mutu layanan pendidikan yang benar-benar dirasakan.
"Keberhasilan SPMB harus ditopang oleh kualitas pendidikan yang nyata, bukan sekadar promosi atau pencitraan," tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap sekolah perlu melakukan evaluasi diri secara objektif terhadap berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran, prestasi siswa, budaya sekolah, kompetensi guru, hingga tingkat kepuasan orang tua. Di era keterbukaan informasi, masyarakat semakin mudah mengakses berbagai informasi mengenai kualitas sekolah sehingga peningkatan mutu menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Joko juga mengingatkan agar sekolah tidak terbiasa menyalahkan faktor eksternal ketika jumlah peserta didik baru belum memenuhi target. Sebaliknya, sekolah perlu melakukan refleksi terhadap berbagai aspek internal yang masih dapat diperbaiki, seperti kualitas pembelajaran, pelayanan kepada orang tua, tata kelola sekolah, hingga pengembangan program-program unggulan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya asesmen awal dan pemetaan kemampuan peserta didik sejak awal tahun pelajaran. Menurutnya, guru perlu memahami kondisi riil setiap siswa agar proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Siswa yang mengalami ketertinggalan belajar pun harus mendapatkan pendampingan, program remedial, serta bimbingan secara berkelanjutan.
Tidak hanya aspek akademik, pengembangan potensi nonakademik juga menjadi perhatian. Joko menilai setiap siswa memiliki keunggulan yang berbeda-beda sehingga sekolah perlu memberikan ruang melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga, seni, kepemimpinan, maupun program pengembangan diri lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak seluruh sekolah Muhammadiyah membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Menurutnya, kebanggaan terhadap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan harus terus ditumbuhkan agar lulusan SD Muhammadiyah terdorong melanjutkan pendidikan ke SMP Muhammadiyah, kemudian ke SMA/SMK Muhammadiyah, hingga perguruan tinggi Muhammadiyah.
"Keberhasilan Muhammadiyah bukan hanya ketika siswa diterima di sekolah favorit, tetapi ketika masyarakat bangga memilih dan mempercayakan pendidikan putra-putrinya di sekolah Muhammadiyah pada setiap jenjang," tegasnya.
Melalui workshop ini, para kepala sekolah diharapkan mampu menyusun strategi pengembangan sekolah yang berbasis data dan pemetaan mutu, sehingga kualitas layanan pendidikan terus meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap SMP Muhammadiyah di Kabupaten Sleman semakin kuat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, refleksi, serta berbagi praktik baik antarkepala sekolah dalam menghadapi tantangan SPMB di tengah kompetisi dunia pendidikan yang terus berkembang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow