Musywil XXIV IPM DIY Resmi Dibuka: Momentum Peralihan dan Penguatan Pelajar Inklusif

Musywil XXIV IPM DIY Resmi Dibuka: Momentum Peralihan dan Penguatan Pelajar Inklusif

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dibuka di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY, Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (18/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader IPM se-DIY dalam melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus merumuskan arah gerakan pelajar ke depan.

Pembukaan Musywil dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Dr. Iwan Setiawan, M.S.I., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi, S.Sos., M.M., Ketua PP IPM Dany Rahmat Muharram, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY Nunung Damayanti, S.I.P., Kepala BBGTK DIY Dr. Adi Wijaya, S.Pd., M.A., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman Eko Sumardiyanto, S.T., serta Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sleman Dra. Hanik Rosyada, M.Ag. Hadir pula perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah dan organisasi poros pelajar seperti PII, IPNU, dan IPPNU, serta kader IPM dari seluruh DIY.

Ketua Umum PW IPM DIY, Naufal Labiba Wildan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musywil bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan titik peralihan yang sarat makna. Ia menyebut, forum ini menjadi jembatan antara capaian periode sebelumnya dengan arah gerakan yang akan datang.

“Musyawarah wilayah ini kami maknai sebagai batas peralihan antara apa yang sudah dijalankan dan yang akan dilanjutkan. Lebih dari dua tahun perjalanan ini penuh dinamika, namun Alhamdulillah dapat kami tuntaskan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengulas perjalanan kepemimpinan PW IPM DIY periode 2023–2025 yang mengusung tagline Pelajar Inklusif. Menurutnya, semangat inklusivitas mendorong IPM untuk terbuka dan memberi manfaat tidak hanya bagi internal Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat luas lintas komunitas.

Pada Musywil kali ini, IPM DIY mengangkat tema “Nyawiji ing Karsa, Hangrasa ing Karya ”. Tema tersebut merefleksikan pentingnya menyatukan gagasan, pikiran, dan rasa dari berbagai elemen kader untuk kemudian diwujudkan menjadi karya yang berdampak.

“Dari banyaknya ide dan gagasan yang hadir, kita perlu menyatukan dalam satu karsa, sehingga melahirkan karya yang tidak hanya terlihat, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya,” tambah Naufal.

Menutup sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja kolektif dalam organisasi. “Tidak ada superman, yang ada super tim,” ungkapnya, sembari menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dari tingkat wilayah hingga ranting atas kontribusi selama masa kepemimpinannya.

Pembukaan Musywil berlangsung meriah dengan penampilan angklung dari siswa SD Muhammadiyah 1 Pajangan. Selain itu, turut diluncurkan buku Berislam Ala Gen Z bersama Majelis Tabligh PP Muhammadiyah serta penganugerahan PD IPM terbaik yang diraih oleh PD IPM Kabupaten Bantul.

Rangkaian Musywil XXIV IPM DIY juga dimeriahkan melalui Youth Darwis Fest yang menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya, talkshow soal isu anak muda, serta bazar jajanan lokal dari pelajar Muhammadiyah se-DIY.

Musywil ini akan berlangsung selama dua hari hingga Ahad (19/4). Agenda yang dibahas meliputi Laporan Pertanggungjawaban PW IPM DIY periode 2023–2025, progres report dan tanggapan untuk Laporan PW IPM DIY dari PD IPM se-DIY, pembahasan program strategis, hingga pemilihan formatur untuk menentukan nakhoda PW IPM DIY periode 2026–2028.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow