Muhammadiyah Salurkan Kurban ke Daerah 3T, Jangkau Papua Barat Daya hingga NTT

Muhammadiyah Salurkan Kurban ke Daerah 3T, Jangkau Papua Barat Daya hingga NTT

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menyalurkan hewan kurban ke sejumlah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Program tersebut menyasar masyarakat di Papua Barat Daya dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai upaya menghadirkan manfaat kurban bagi daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mengatakan penyaluran hewan kurban dilakukan di Warmon Kokoda dan Pulau Arar, Papua Barat Daya, serta Desa Tliu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

“Penyaluran ini kami arahkan untuk menghadirkan kebahagiaan Iduladha bagi masyarakat akar rumput, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih,” kata Yamin di Yogyakarta, Sabtu (30/5).

Menurutnya, kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga menjadi sarana menghidupkan kembali semangat Al Ma’un yang menekankan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui gotong royong.

Di NTT, distribusi daging kurban tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT, Mukhsin Masri, menegaskan bahwa seluruh masyarakat Desa Tliu akan menerima manfaat kurban tanpa memandang latar belakang agama.

“Diharapkan kurban ini dapat memenuhi semua kepala keluarga di Desa Tliu, semua agama, Islam, Kristen, Katolik dan juga yang lain,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat lintas iman, khususnya di wilayah yang memiliki keberagaman agama seperti NTT.

Harapan agar program serupa terus berlanjut juga disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Timor Tengah Selatan, Kudrih Chandra. Menurutnya, penyaluran kurban di daerah terpencil memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Sementara itu, Kepala Desa Tliu, Thimatius Natonis, mengapresiasi perhatian Muhammadiyah terhadap masyarakat di wilayahnya. Ia menilai kegiatan kurban menjadi bukti kuatnya nilai toleransi yang telah tumbuh di tengah masyarakat desa.

“Kalau ada kegiatan umat Muslim, kami yang Kristen dan Katolik juga dilibatkan,” katanya.

Untuk Iduladha 1447 H, Desa Tliu menerima dua ekor sapi kurban hasil kerja sama antara MPM PP Muhammadiyah dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI.

Penyaluran kurban ke wilayah 3T tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memperluas manfaat ibadah kurban, tidak hanya sebagai bentuk pengabdian keagamaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kerukunan antarumat beragama.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow