Muhammadiyah DIY Berangkatkan 29 Relawan ke Aceh, Siap Jalankan Misi Kemanusiaan di Tengah Akses Terbatas

Muhammadiyah DIY Berangkatkan 29 Relawan ke Aceh, Siap Jalankan Misi Kemanusiaan di Tengah Akses Terbatas

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah DIY memberangkatkan 29 relawan untuk membantu penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh. Prosesi pelepasan digelar pada Kamis (4/12) di Aula Gedung Muhammadiyah DIY.

Ketua LRB/MDMC PWM DIY, Indrayanto. menjelaskan, para relawan akan bertugas di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Selatan. Ke-29 relawan yang merupakan kloter pertama tersebut terdiri dari: 5 orang tim kesehatan yang membawa obat-obatan; 10 orang tim dukungan psikososial; 10 orang tim logistik; 4 orang tim manajemen keposkoan dan informasi. Untuk tim medis akan bergantian per 15 hari, sementara tim non medis bekerja 30 hari penuh.

“MDMC DIY ditugaskan di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Selatan. Akses menuju lokasi masih sangat sulit, termasuk ke Takengon, Aceh Tengah,” ujarnya.

Para relawan MDMC DIY nantinya akan difasilitasi oleh MDMC Wilayah Aceh dan MDMC Daerah Aceh Barat Daya untuk memasuki wilayah terdampak. Ada enam layanan utama dari MDMC yang akan diberikan untuk warga, yaitu kesehatan, dukungan psikososial, distribusi makanan siap saji, layanan air bersih, hunian darurat, dan pendidikan darurat

“Ini tugas berat, tapi menjadi tanggung jawab kemanusiaan Muhammadiyah. Kami titip jaga kesehatan dan jaga marwah Muhammadiyah,” pesan Indrayanto.

Selain DIY, relawan MDMC dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat juga akan bergabung. Seluruh tim terlebih dahulu berkumpul di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng, Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumatra.

Dukungan penuh kepada MDMC DIY datang dari LAZISMU DIY. Jefree Fahana, S.T., M.Kom. selaku Ketua menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan dukungan penuh terhadap keberangkatan relawan MDMC.

“Sebagai pertanggungjawaban, LAZISMU DIY menggelontorkan dana sebesar Rp450 juta untuk MDMC DIY. Ini belum seberapa, karena kebutuhan di lapangan sangat besar,” katanya.

Dana tersebut berasal dari para muzakki, donatur, dan mitra-mitra yang selama ini mempercayakan zakat dan donasinya kepada LAZISMU DIY. Terlebih, ia telah menginstruksikan kantor daerah dan layanan LAZISMU se-DIY agar aktif berkontribusi dalam penggalangan dana untuk membantu penanganan bencana serta masyarakat yang terdampak banjir.

“Setiap rupiah yang disalurkan menjadi amal jariyah yang langsung dirasakan warga terdampak,” tambahnya.

Kemudian, Direktur Utama RSU PKU Muhammadiyah Bantul, dr. Nurcholid Umam Kurniawan, Sp.A., M.Sc. yang pernah bertugas di Aceh pasca Tsunami 2004, menekankan bahwa kondisi kali ini jauh lebih berat.

“Dari informasi terakhir, hampir seluruh wilayah terdampak. Tidak ada rumah sakit yang berfungsi kecuali RS Zainoel Abidin Banda Aceh. Di Gayo Lues, RSUD terputus aksesnya, tenaga medis banyak yang jadi korban, dan puskesmas juga lumpuh,” ungkapnya.

Ia meminta tim medis MDMC DIY untuk membantu mengaktifkan kembali fasilitas kesehatan setempat, minimal puskesmas. Ia bahkan menyampaikan harapan besar:

“Semoga nanti relawan bisa merintis RS PKU Muhammadiyah Gayo Lues sebagai kontribusi jangka panjang untuk masyarakat.”

Senada, Sekretaris MPKU PWM DIY, Alif Khoiruddin Azizi, S.E., M.M. menegaskan bahwa keberangkatan relawan merupakan wujud dakwah bil hal Muhammadiyah.

“Kondisi lapangan sangat berat, karenanya koordinasi dengan relawan setempat menjadi kunci. Kami doakan pulang dengan sehat dan selamat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H. menyampaikan apresiasi atas keberangkatan relawan MDMC DIY sebagai tim pertama dari Yogyakarta yang menuju Aceh.

“Atas nama Pemda DIY, kami menyampaikan salam dan komitmen Bapak Gubernur Sri Sultan HB X. Pemda DIY juga akan memberikan bantuan dan akan disalurkan secara bertahap melalui mekanisme yang sedang disusun,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa MDMC memiliki pengalaman puluhan tahun dalam penanganan bencana sehingga kehadirannya di Aceh akan sangat membantu proses pemulihan.

Keberangkatan relawan MDMC DIY hari ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi wujud komitmen sosial-keagamaan Muhammadiyah: hadir, menolong, dan memulihkan masyarakat dalam situasi paling sulit.

Dengan akses terbatas, fasilitas kesehatan lumpuh, dan kondisi yang belum stabil, para relawan membawa misi besar, menjadi tangan pertolongan pertama sekaligus penguat harapan bagi masyarakat Aceh.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    2
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow