Muhammadiyah dan Spanyol Siapkan Penjajakan Kerja Sama Pendidikan dan Ekonomi
JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjajaki kerja sama dengan sejumlah mitra dari Spanyol di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, teknologi digital, dan bisnis. Sejumlah peluang dibahas, mulai dari program kerja musiman bagi siswa SMK Muhammadiyah, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga pengembangan wisata sejarah Islam.
Penjajakan tersebut berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026). Pertemuan dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah Mohammad Zainal Fatah, Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni, anggota LHKI Bunyan Saptomo, serta Bendahara PWM Jawa Timur Zainul Muslimin.
Dari pihak Spanyol, hadir Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Muhammad Najib, Direktur sekaligus Imam Masjid M-30 Madrid Adil Mohamed Hachmi, Direktur Pengembangan Bisnis Jacinta Dominguez, Direktur Strategi Komersial Fernando Delgado, dan Sekretaris Duta Besar Jonathan Petrarico.
Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan mengidentifikasi peluang kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing pihak. Menurutnya, pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial dapat menjadi landasan untuk mengembangkan kolaborasi internasional.
“Kita ingin melihat peluang kerja sama yang saling menguntungkan dan memungkinkan untuk dilaksanakan. Setelah itu, perlu dibentuk tim untuk menindaklanjuti berbagai peluang yang sudah dibicarakan,” ujarnya.
Salah satu peluang yang dibahas ialah program summer job atau pekerjaan musiman di Spanyol bagi siswa SMK Muhammadiyah dan mahasiswa perguruan tinggi Muhammadiyah. Program tersebut berpotensi memberikan pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan keterampilan peserta. Namun, pelaksanaannya perlu didahului pemetaan kebutuhan tenaga kerja dan persiapan kompetensi yang sesuai.
Kedua pihak juga menjajaki pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, serta pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Spanyol. Bidang lain yang turut dibahas meliputi teknologi digital, pemrograman (coding), dan kesehatan.
Peluang Bisnis dan Wisata Sejarah Islam
Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Muhammad Najib menilai hubungan Indonesia dan Spanyol memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kerja sama pendidikan dan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, ia membawa sekitar 30 pelaku usaha Spanyol untuk mengikuti Trade Expo Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan. Sejumlah pelaku usaha itu disebut tertarik menjajaki peluang kerja sama dengan Muhammadiyah.
Najib menjelaskan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung melalui jalur formal, tetapi juga dapat dikembangkan melalui jejaring pelaku usaha dan profesional. Menurutnya, hubungan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi ekonomi yang lebih luas antara Indonesia, Spanyol, dan Muhammadiyah.
Ia berharap Muhammadiyah dapat berperan aktif dalam memanfaatkan peluang tersebut, termasuk melalui pengembangan usaha dan perluasan jejaring internasional. Kerja sama, menurut Najib, dapat dimulai dari program yang realistis untuk dilaksanakan, kemudian dikembangkan secara bertahap.
Selain bidang ekonomi, Najib mengusulkan pengembangan paket perjalanan umrah yang dipadukan dengan kunjungan ke situs bersejarah peradaban Islam di Spanyol, seperti Cordoba dan Granada. Gagasan ini diharapkan dapat menghubungkan wisata religi dengan pengenalan sejarah Islam kepada masyarakat Indonesia.
Pembahasan ekonomi juga mencakup profesionalisasi pengelolaan usaha Muhammadiyah dan peluang memperluas jangkauan bisnis ke tingkat internasional.
Beasiswa dan Pertukaran Mahasiswa
Direktur sekaligus Imam Masjid M-30 Madrid Adil Mohamed Hachmi mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Ia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun ideologi.
Adil mengatakan, pertemuan tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal lebih jauh kepemimpinan dan kiprah Muhammadiyah. Ia berharap penjajakan ini dapat berlanjut menjadi program konkret, terutama dalam bentuk beasiswa dan pertukaran mahasiswa.
“Saya mengapresiasi sambutan Muhammadiyah dan berbagai program yang telah dilakukan, terutama dalam pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Kami berharap dapat membangun kerja sama yang nyata, khususnya melalui beasiswa dan pertukaran mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Adil, mahasiswa Indonesia berpeluang melanjutkan studi di Spanyol maupun negara lain, seperti Australia, Selandia Baru, dan Kanada. Sebaliknya, mahasiswa dari Spanyol dan Amerika Latin juga berpeluang belajar di Indonesia.
Untuk menindaklanjuti peluang tersebut, pihaknya berencana membentuk tim koordinasi bersama Muhammadiyah guna memetakan potensi dan menyusun program yang dapat direalisasikan.
Muhadjir menegaskan, berbagai peluang yang dibicarakan perlu ditindaklanjuti menjadi program nyata. Menurutnya, keberhasilan kerja sama tidak hanya ditentukan oleh banyaknya rencana yang dibahas, tetapi juga oleh program yang benar-benar terlaksana.
“Kalaupun dari berbagai rencana yang dibicarakan hanya sekitar 20 persen yang dapat direalisasikan, itu sudah menjadi hasil yang baik. Yang penting, kita mulai membangun dialog dengan berbagai pihak dan menemukan kerja sama yang benar-benar bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan hubungan Muhammadiyah dengan mitra di Spanyol. Realisasi kerja sama selanjutnya bergantung pada pemetaan kebutuhan, koordinasi antarpihak, dan penyusunan program yang memungkinkan untuk dijalankan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow