Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah

Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Muhammadiyah terus memperluas kiprah dakwahnya dengan memasuki sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembentukan Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) di tingkat Pimpinan Pusat yang nantinya akan diperkuat hingga tingkat wilayah.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Yogyakarta, Dr. dr. H. Hasto Wardoyo, saat menerima audiensi pengurus LPEK Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (29/7). Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemaparan rencana penyelenggaraan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah se-Indonesia yang akan digelar di Yogyakarta pada 24–27 Oktober 2026.

"Kami sangat mendukung Muhammadiyah lebih serius menggarap dakwah dan bisnis pariwisata serta ekonomi kreatif dengan dibentuknya LPEK di tingkat Pimpinan Pusat maupun wilayah nantinya," ujar Hasto Wardoyo.

Menurutnya, Yogyakarta merupakan lokasi yang tepat untuk penyelenggaraan Silatnas karena memiliki daya tarik wisata yang kuat serta dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan. Selain itu, konsep wisata minat khusus yang tengah dikembangkan, seperti Napak Tilas KH Ahmad Dahlan, dinilai memiliki potensi besar sebagai wisata sejarah, edukasi, sekaligus dakwah.

"Program wisata sejarah dan edukasi seperti Napak Tilas KH Ahmad Dahlan tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Muhammadiyah dari seluruh Indonesia," katanya.

Hasto menegaskan Pemerintah Kota Yogyakarta siap mendukung pelaksanaan Silatnas dan membuka ruang kolaborasi dengan Muhammadiyah dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Pemerintah Kota Yogyakarta sangat mendukung program Silatnas LPEK Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Insyaallah kolaborasi yang baik kami sambut untuk siapa pun," tambahnya.

Pelaksanaan Silatnas juga didukung oleh LSB PWM DIY, LBSO PWA DIY, serta komunitas RunnerMu Jogja.

Sementara itu, H. Tadbir Abdullah, Steering Committee (SC) Silatnas sekaligus Penasehat LPEK Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap langkah Muhammadiyah yang semakin serius memasuki sektor parekraf sebagai media dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat.

"Insyaallah akan bermunculan destinasi wisata, hotel, hingga pusat oleh-oleh halal yang ramah bagi wisatawan muslim," ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata DIY tersebut.

Senada dengan itu, SC Silatnas lainnya, H. Taufik Ridwan, berharap Silatnas menjadi tonggak kebangkitan pariwisata ramah muslim yang dikelola secara profesional. Momentum tersebut juga akan ditandai dengan pengukuhan kepengurusan LPEK wilayah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Selain seminar bertema pariwisata dan ekonomi kreatif, Silatnas akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti charity, Senam 'Aisyiyah Bahagia, pertunjukan stand-up comedy, expo dan bazar, serta didahului kegiatan Darul Arqam bagi para pengurus.

Melalui Silatnas ini, Muhammadiyah ingin menegaskan bahwa pariwisata syariah tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga media dakwah, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi.

"Kami berharap seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah tidak hanya menjadi objek dalam bisnis pariwisata, tetapi juga menjadi pelaku yang profesional sehingga mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat," tutur Taufik Ridwan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow