Masjid Al Amin Pasekan Gandeng Bank Muamalat, Luncurkan Program Kurban dan Dakwah Digital

Masjid Al Amin Pasekan Gandeng Bank Muamalat, Luncurkan Program Kurban dan Dakwah Digital

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Takmir Masjid Al Amin Pasekan, Balecatur, Gamping, Sleman, terus mendorong transformasi masjid menjadi pusat ibadah sekaligus pemberdayaan masyarakat yang modern, mandiri, dan transparan.

Momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ dimanfaatkan takmir untuk meluncurkan sejumlah inovasi. Di hadapan lebih dari 600 jamaah, Masjid Al Amin Pasekan menandatangani kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia sekaligus meluncurkan ekosistem dakwah digital.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi masjid, yakni “Makmur Masjidnya, Sejahtera Jamaahnya, Maju Masyarakatnya.”

Branch Manager Bank Muamalat Indonesia, Evia Lutvita Sari, mengapresiasi langkah Takmir Masjid Al Amin Pasekan yang berani mengadopsi teknologi dan manajemen modern dalam pengelolaan masjid.

“Belum banyak takmir masjid yang berani dan mau membuat gebrakan inovatif seperti Masjid Al Amin ini. Kami sangat mendukung penuh dan siap membuka kesempatan kerja sama di bidang lainnya demi kemakmuran masjid dan kesejahteraan jamaah,” kata Evia.

Salah satu inovasi yang diluncurkan adalah Program MUQMIN (Mudah Qurban di Masjid Al Amin). Program ini merupakan layanan tabungan kurban berbasis perbankan syariah yang dirancang agar jamaah dapat mempersiapkan ibadah kurban secara lebih mudah, aman, dan terencana.

Koordinator Program MUQMIN dan Dakwah Digital Masjid, Agus Amin Syaifuddin, mengatakan jamaah dapat menabung secara mandiri melalui rekening pribadi dengan skema yang disiapkan untuk mendukung persiapan ibadah kurban. Dalam tahap prapeluncuran, program tersebut telah diikuti 42 jamaah.

“Kita terus berikhtiar dan berdoa semoga dengan adanya program tersebut semakin banyak jamaah dan masyarakat yang bisa ikut berkurban dengan mudah, aman, dan nyaman,” ujar Agus.

Selain program tabungan kurban, Masjid Al Amin Pasekan juga meluncurkan platform digital melalui situs masjidalaminpasekan.id. Platform tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menyediakan berbagai layanan digital bagi jamaah.

Melalui platform tersebut, jamaah dapat menyalurkan infak secara praktis dari mana saja dan kapan saja. Takmir juga dapat menyampaikan informasi mengenai perolehan dana serta perkembangan program masjid secara lebih transparan.

Transformasi pengelolaan masjid melalui teknologi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan dakwah di era digital. Ekosistem tersebut diperkuat dengan aktivitas media sosial masjid yang terus dikembangkan sebagai sarana komunikasi dan penyebarluasan program kepada jamaah dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi tausiyah oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Ustaz Dr. Ridwan Furqoni, S.Pd., M.P.I., dengan tema “Meneladani Rasulullah, Menguatkan Keluarga, Tangguh Bersama Menghadapi Tantangan Sosial”.

Dalam tausiyahnya, Ridwan menyampaikan formula 5M sebagai pilar keteladanan umat terhadap Rasulullah ﷺ. Kelima hal tersebut meliputi meyakini Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusan Allah ﷻ, mencintai Rasulullah ﷺ, mendoakan Baginda Nabi, meneladani ajaran Rasulullah ﷺ dalam aspek ibadah, aqidah, akhlak, dan muamalah, serta mengajarkan dan menyebarluaskan kebaikan yang dibawa Rasulullah ﷺ.

Ridwan menilai berbagai inovasi yang dilakukan Masjid Al Amin Pasekan merupakan bentuk nyata keteladanan Rasulullah ﷺ, khususnya dalam aspek muamalah.

“Meneladani Rasulullah dalam muamalah berarti kita harus kreatif dan inovatif dalam menghidupkan masjid. Persis seperti langkah nyata yang dijalankan Takmir Masjid Al Amin Pasekan dengan berbagai program inovatif yang sangat menginspirasi ini,” tuturnya.

Ia mencontohkan program tabungan kurban yang menggandeng perbankan, pengembangan situs web dengan berbagai kampanye digital, hingga pengelolaan media sosial sebagai bentuk kreativitas dalam memakmurkan masjid.

“Tabungan kurban menggandeng perbankan, punya website yang fungsional dengan berbagai inovasi campaign digital, kemudian media sosialnya juga hidup. Ini adalah bentuk kreativitas dalam aspek muamalah,” tegas Ridwan di hadapan ratusan jamaah.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Masjid Al Amin Pasekan berupaya membangun model pengelolaan masjid yang tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, transparan dalam pengelolaan, serta memberi kemudahan dan manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow