LPEK PWM DIY Resmi Berdiri, Perkuat Dakwah dan Pengembangan Pariwisata Muhammadiyah

LPEK PWM DIY Resmi Berdiri, Perkuat Dakwah dan Pengembangan Pariwisata Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi membentuk Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PWM DIY pada Jumat (24/7). Pembentukan lembaga ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah untuk memperkuat dakwah sekaligus mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Peresmian dilakukan oleh Bendahara PWM DIY sekaligus pemerhati ekonomi Muhammadiyah, Dr. Riduwan, S.E., M.Ag., sebagai tindak lanjut hasil audiensi PWM DIY dengan LPEK PP Muhammadiyah pada 7 Juli 2026 di Gedung Muhammadiyah DIY Jalan Gedongkuning no. 130 B, Yogyakarta.

Turut hadir dalam peresmian tersebut perwakilan Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) PWM DIY serta Lembaga Pengembang UMKM (LP UMKM) PWM DIY. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen membangun sinergi dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di lingkungan Persyarikatan.

Riduwan menjelaskan, pembentukan LPEK PWM DIY merupakan upaya menghadirkan perhatian yang lebih terfokus terhadap sektor pariwisata yang memiliki ruang gerak sangat luas dan potensi besar untuk dikembangkan.

"Pariwisata memiliki ruang kerja yang sangat luas dan membutuhkan perhatian tersendiri. Kehadiran LPEK diharapkan dapat melengkapi peran yang selama ini telah dijalankan Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata, sekaligus memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," ujarnya.

Menurutnya, LPEK PWM DIY akan memprioritaskan pemberdayaan warga Persyarikatan melalui pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang pariwisata. Selain itu, lembaga ini juga diharapkan mampu memperkuat pendidikan vokasi, khususnya pada sekolah-sekolah Muhammadiyah yang memiliki program keahlian pariwisata.

Tak hanya berfokus pada pengembangan SDM, LPEK juga diarahkan untuk menginisiasi pengembangan destinasi wisata milik Muhammadiyah dengan mengoptimalkan berbagai aset Persyarikatan agar memiliki nilai edukasi, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Wisata sejarah Muhammadiyah, wisata religi, wisata edukasi, hingga pengembangan ekonomi kreatif menjadi sejumlah sektor yang dinilai memiliki prospek besar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai tindak lanjut pembentukan lembaga, PWM DIY menunjuk H. Taufik Ridwan dan Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makhasi sebagai tim penyusun struktur kepengurusan LPEK PWM DIY. Keduanya mendapat amanah untuk menyusun struktur organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang selaras dengan kebijakan LPEK PP Muhammadiyah dan kebutuhan pengembangan pariwisata Muhammadiyah di DIY.

Pembentukan LPEK PWM DIY juga menjadi implementasi awal arahan LPEK PP Muhammadiyah untuk membentuk lembaga serupa di berbagai wilayah yang memiliki potensi pariwisata. Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia sekaligus daerah dengan sejarah panjang perkembangan Muhammadiyah, DIY dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi model pengembangan ekosistem pariwisata Muhammadiyah.

"Karena menjadi yang pertama, DIY harus bisa memberikan contoh. Selamat bekerja untuk memajukan pariwisata di DIY," tutur Riduwan.

Ke depan, LPEK PWM DIY diharapkan tidak hanya menjadi wadah koordinasi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga mampu menghadirkan model pengelolaan pariwisata yang berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Melalui penguatan sumber daya manusia, pengembangan destinasi, pemberdayaan UMKM, serta sinergi dengan berbagai amal usaha Muhammadiyah, lembaga ini diharapkan mampu memperluas kontribusi Persyarikatan dalam pembangunan ekonomi sekaligus memperkuat dakwah yang mencerahkan melalui sektor pariwisata.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    2
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow