Lembaga Kesehatan PW IPM DIY Bekali Pelajar Manajemen Risiko dan Safety Briefing

Lembaga Kesehatan PW IPM DIY Bekali Pelajar Manajemen Risiko dan Safety Briefing

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Lembaga Kesehatan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) DIY membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi risiko bencana melalui kegiatan Safety Briefing dan Praktik Manajemen Risiko Bencana di UAD Kampus 2, Sabtu (12/9).

Kegiatan tersebut diikuti 53 pelajar. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua PWM DIY Dr. Iwan Setiawan, M.Si., Wakil Rektor UAD Dr. Nur Kholis, M.Ag., serta Ketua Umum PW IPM DIY Syauqi Marsa Taqiyuddin.

Kegiatan diawali dengan materi Manajemen Risiko Bencana yang disampaikan Setya Noer Hatmoko, S.E. Peserta diajak memahami cara mengenali potensi risiko, melakukan langkah pencegahan, serta menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi bencana.

Materi berikutnya membahas Safety Briefing yang disampaikan Khusniyan Nur Fadhli, S.Kep., Ns. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya safety briefing sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan dan kesiapan sebelum suatu kegiatan dilaksanakan.

Pembekalan tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga mengikuti praktik manajemen risiko bencana dan menyusun safety briefing. Dalam sesi tersebut, mereka belajar mengidentifikasi potensi risiko di lingkungan sekitar sekaligus merancang langkah-langkah keselamatan yang dapat diterapkan dalam kondisi darurat.

Lembaga Kesehatan PW IPM DIY turut memberikan logbook kepada peserta sebagai bahan pendukung pembelajaran. Buku tersebut memuat materi dan panduan safety briefing yang telah dikaji dan diriset oleh Lembaga Kesehatan PW IPM DIY, sehingga peserta memiliki referensi untuk memahami sekaligus menerapkannya dalam berbagai kegiatan.

Ketua Pelaksana, Pandorawan Majda Ramadhan, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda formal atau kegiatan satu kali. Menurutnya, analisis risiko bencana dan safety briefing perlu dibangun menjadi kebiasaan dalam setiap kegiatan luring.

“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan. Analisis risiko bencana dan safety briefing perlu menjadi bagian dari setiap agenda dan program kerja yang dilaksanakan secara luring, baik di lingkungan IPM maupun di berbagai tempat penyelenggaraan kegiatan,” ujarnya.

Ia menilai penerapan analisis risiko dan safety briefing secara konsisten dapat membantu penyelenggara dan peserta lebih siap mengenali potensi bahaya serta menentukan langkah keselamatan sebelum kegiatan berlangsung.

Dengan pendekatan tersebut, keselamatan tidak semata-mata dipahami sebagai respons ketika keadaan darurat terjadi, tetapi menjadi bagian dari proses perencanaan kegiatan sejak awal.

Melalui kegiatan ini, Lembaga Kesehatan PW IPM DIY mendorong tumbuhnya budaya sadar risiko dan budaya keselamatan di kalangan pelajar. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas di sekolah, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.

Ke depan, analisis risiko bencana dan safety briefing diharapkan menjadi kebiasaan dalam setiap kegiatan luring IPM, sehingga setiap aktivitas dapat berlangsung secara lebih aman, siap, dan bertanggung jawab.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow