LAZISMU DIY Jalani Audit Keuangan 2025, Teguhkan Transparansi dan Amanah Pengelolaan Dana ZIS

LAZISMU DIY Jalani Audit Keuangan 2025, Teguhkan Transparansi dan Amanah Pengelolaan Dana ZIS

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat, LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti proses Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Audit tersebut diawali dengan kegiatan Entry Meeting yang digelar pada Senin (22/6) di Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning No. 130 B, Rejowinangun, Kota Yogyakarta.

Audit keuangan ini merupakan bagian dari tanggung jawab LAZISMU dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat. Tahun ini, LAZISMU DIY diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid & Rekan dengan menggunakan sistem profesional AHR Track.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua PWM DIY Prof. Dr. H. Ariswan, M.Si., DEA, Ketua LAZISMU DIY Jefree Fahana, ST., M.Kom., jajaran auditor KAP Abdul Hamid & Rekan, serta Ketua Badan Pengurus LAZISMU Pusat Ahmad Imam Mujaddid Rais.

Proses audit akan berlangsung pada 22–25 Juni 2026 dengan fokus pemeriksaan meliputi laporan keuangan lembaga, dokumentasi program, bukti pengeluaran, rekening bank, hingga sistem pencatatan keuangan. Dari proses tersebut nantinya akan diterbitkan Laporan Auditor Independen dan Management Letter yang rencananya diumumkan pada Agustus 2026.

Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, menegaskan bahwa audit merupakan bagian dari kewajiban lembaga amil zakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

“Audit ini merupakan kewajiban administratif dalam tata kelola lembaga amil zakat. Ini adalah ikhtiar kami untuk menjaga amanah, sehingga setiap dana yang dititipkan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Menurut Jefree, audit memiliki nilai strategis dalam meningkatkan profesionalitas lembaga sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi Islam.

“Audit menjadi instrumen penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap LAZISMU. Dengan audit, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat dapat terukur dan dipastikan berjalan dengan baik,” tambahnya.

LAZISMU DIY sendiri memiliki rekam jejak positif dalam tata kelola keuangan. Hingga tahun buku 2024, lembaga ini secara konsisten memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen. Untuk mendukung audit tahun ini, seluruh dokumen pendukung telah dipersiapkan secara sistematis dan ditempatkan di ruang khusus yang menjadi lokasi pemeriksaan auditor.

Dalam kesempatan tersebut, Jefree juga menyampaikan bahwa sebanyak 105 Kantor Layanan (KL) LAZISMU se-DIY turut mengikuti proses audit tahun buku 2025. Kabupaten Bantul menjadi daerah dengan capaian terbaik karena seluruh 28 kantor layanannya telah mengikuti audit.

Dari sisi penghimpunan dana, LAZISMU DIY menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Dana yang diaudit tercatat sebesar Rp44 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp48 miliar pada 2024, dan melonjak menjadi Rp77 miliar pada 2025. Sementara itu, dana pentasyarufan yang telah disalurkan pada tahun buku 2025 mencapai Rp71 miliar.

Wakil Ketua PWM DIY, Ariswan, mengapresiasi komitmen LAZISMU DIY dalam menjaga tata kelola yang baik. Menurutnya, keberadaan LAZISMU sangat penting, baik bagi para muzaki yang ingin menyalurkan amanah hartanya maupun bagi masyarakat yang berhak menerima manfaat.

“LAZISMU menjadi jembatan kepercayaan antara muzaki dan mustahik. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus terus dijaga agar manfaat yang diberikan semakin luas,” kata Ariswan.

Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi program yang telah dijalankan LAZISMU DIY, mulai dari beasiswa pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga program sosial, kemanusiaan, dan kesehatan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Menurutnya, hasil audit nantinya akan memberikan gambaran yang jelas kepada para muzaki dan mustahik mengenai bagaimana dana yang diamanahkan dikelola dan dimanfaatkan dalam berbagai program pentasyarufan. Selain itu, hasil audit juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan dana ZIS di masa mendatang.

Sepanjang tahun 2025, dana ZIS yang dihimpun LAZISMU DIY telah disalurkan melalui berbagai program unggulan yang mencakup pilar pendidikan, sosial-dakwah, kemanusiaan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui audit yang dilakukan secara rutin, LAZISMU DIY berharap kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat dapat terus terjaga dan semakin meningkat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow