LAZISMU dan BPKH Bangun Tiga Ruang Kelas Madin DDI di Sorong
SORONG — LAZISMU bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI membangun tiga ruang kelas baru untuk Madrasah Diniyah (Madin) Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Katimin di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pembangunan tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan dakwah, sekaligus meningkatkan sarana belajar bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Anggota Badan Pengurus LAZISMU Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Artati, mengatakan pembangunan ruang kelas baru diharapkan dapat memberikan manfaat bagi madrasah dan masyarakat sekitar. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Papua, khususnya di Kabupaten Sorong.
“Yayasan madrasah dan seluruh masyarakat sekitar bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Papua, khususnya di Kabupaten Sorong,” ujar Artati, sebagaimana dikutip dalam rilis yang diterima pada 17 September.
Artati menambahkan, pembangunan tiga ruang kelas tersebut diharapkan memperluas manfaat program dalam mendukung pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat serta negara.
Anggota Komite Investasi dan Penempatan BPKH RI, Yogashwara Vidyan, menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan ruang kelas Madin DDI Katimin. Ia berharap fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran agama dan pembentukan karakter peserta didik.
“Semoga ruang kelas ini menjadi tempat tumbuhnya ilmu, iman, akhlak, dan amal saleh serta menjadi sarana pendidikan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat dan umat,” katanya.
Penanggung Jawab Program Kemaslahatan BPKH–LAZISMU untuk pembangunan tiga ruang kelas, Andi Kurniawan, menjelaskan bahwa proyek tersebut dijadwalkan berlangsung selama 100 hari kalender. Pembangunan dimulai pada 27 Desember 2025 dan berakhir pada 5 April 2026.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus DDI, Muhammad Nur, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya BPKH, atas dukungan pembangunan tiga ruang kelas melalui LAZISMU.
Menurut Nur, bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan sarana pendidikan dan dakwah di lingkungan DDI. Dengan adanya ruang kelas baru, kegiatan belajar mengajar dan aktivitas keagamaan diharapkan dapat berlangsung dengan lebih nyaman, aman, dan produktif.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian negara terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan dan dakwah di lingkungan DDI, sehingga proses belajar mengajar serta kegiatan keagamaan dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan produktif,” ujar Nur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow