Kemah HW Gunungkidul Diikuti 1.550 Peserta, Siapkan Pembentukan Karakter Anak Muda
GUNUNGKIDUL — Sebanyak 1.550 peserta dari 50 SD/MI se-Gunungkidul mengikuti Kemah Hizbul Wathan (HW) di Bumi Perkemahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, M.A.
Pembukaan kemah berlangsung dalam suasana penuh semangat kepanduan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pimpinan Muhammadiyah, Kwartir Hizbul Wathan, kepala sekolah dan madrasah, pembina, pendamping, serta para peserta kemah.
Dalam sambutannya, Ghojali menegaskan bahwa kemah bukan sekadar aktivitas berkemah maupun perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan kepanduan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar membangun kemandirian, keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
“Hari ini adalah kesempatan untuk belajar menjadi anak yang mandiri, berani, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli kepada sesama,” ujarnya.
Menurut Ghojali, para peserta berasal dari berbagai sekolah dan madrasah dengan pengalaman serta kebiasaan yang beragam. Perbedaan tersebut, kata dia, justru menjadi kesempatan untuk saling mengenal, membangun persahabatan, dan belajar membantu satu sama lain.

“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Perbedaan justru menjadi kesempatan untuk mengenal, bersahabat, dan saling membantu,” pesannya.
Ia menjelaskan, semangat kepanduan tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis seperti mendirikan tenda, membuat simpul, maupun mengikuti kegiatan di alam terbuka. Seorang pandu juga dituntut mampu membangun harapan, menguatkan persaudaraan, serta menjaga amanah.
“Seorang pandu tidak hanya pandai mendirikan tenda, membuat simpul, atau mengikuti kegiatan di alam terbuka. Seorang pandu juga harus mampu mendirikan harapan, mengikat persaudaraan, dan menjaga amanah,” tegasnya.
Karena itu, Ghojali mengajak peserta menghubungkan setiap keterampilan kepanduan dengan pembentukan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kalian hari ini belajar membuat simpul, maka belajarlah pula mengikat janji untuk menjadi anak yang jujur,” tuturnya.
Ia juga mengibaratkan kegiatan berjalan bersama dalam satu barisan sebagai pembelajaran untuk senantiasa berjalan bersama dalam kebaikan. Demikian pula kebiasaan menolong teman yang kesulitan agar terus dipraktikkan, tidak hanya selama kemah, tetapi juga di sekolah, rumah, dan tengah masyarakat.

Ghojali menambahkan, pendidikan Hizbul Wathan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi Muhammadiyah yang beriman, berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.
Melalui kegiatan kemah, anak-anak memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Mereka tidak hanya mengasah keterampilan kepanduan, tetapi juga belajar mengatur diri, bekerja sama, menghormati orang lain, serta menghadapi berbagai tantangan.
Dengan melibatkan 1.550 peserta dari 50 sekolah dan madrasah, Kemah HW tingkat SD/MI se-Gunungkidul sekaligus menjadi momentum memperkuat persaudaraan antarpelajar Muhammadiyah.
“Jadilah pandu yang tangguh, jujur, disiplin, dan berakhlak mulia,” pesan Ghojali.
Kemah Hizbul Wathan tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi penerus yang berkarakter kuat, mencintai agama dan tanah air, serta memiliki semangat untuk memberikan manfaat bagi sesama.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow