Kelas Tarjih PC IMM Djazman Al Kindi Yogya Dorong Kader untuk Kembali ke Masjid
YOGYA – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi keilmuan dan dakwah Islam berkemajuan.
Pada hari Jumat sampai Ahad (21-23/2) di SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta dan BLK PAY, digelar Kelas Tarjih sebagai wadah pengkajian metodologi tarjih dan penguatan pemahaman Islam berbasis ijtihad kolektif.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen, seperti Prof. Irwan Akib, M.Pd. selaku Ketua PP Muhammadiyah, serta perwakilan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Yogya. Dalam sambutannya, Ketua Umum PC IMM Djazman Al Kindi Fakhri Ilham Syarifudin menyampaikan bahwa kedua program ini menjadi bagian dari upaya IMM dalam menjawab tantangan zaman melalui penguatan tradisi intelektual dan peran aktif dalam kehidupan sosial-keagamaan.
PC IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta dalam kegiatan ini bekerjasama dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Yogyakarta. Kelas Tarjih mengangkat tema Menghidupkan Ijtihad Berbasis Ilmu dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman tentang ijtihad dalam Islam, khususnya ijtihad yang berbasis pada ilmu pengetahuan yang mendalam dan relevansi zaman. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 30 peserta dari berbagai kalangan, termasuk para akademisi, profesional, dan masyarakat umum yang memiliki minat besar terhadap kajian tarjih dan ijtihad.
Kelas Tarjih ini tentunya menjadi ruang belajar bagi kader IMM untuk mendalami metodologi tarjih Muhammadiyah, memahami sumber-sumber hukum Islam, serta menelaah fatwa-fatwa yang dihasilkan oleh Majelis Tarjih. Dengan pendekatan multidisipliner, kelas ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader IMM yang kritis, analitis, dan mampu berkontribusi dalam perkembangan pemikiran Islam di Indonesia.
Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ketua PDM Kota Yogyakarta, H. Aris Madani, S.Pd.I., M.Si dalam studium generale kelas tarjih, beliau menyampaikan pentingnya memahami metode tarjih dan tajdid sedari dini dengan harapan akan ada generasi-generasi penerus persyarikatan yang memiliki dasar kompetensi dan spesifikasi dalam bidang tarjih dan tajdid Muhammadiyah kedepannya.
Secara keseluruhan, Kelas Tarjih ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana ijtihad harus dilakukan dengan tetap mengedepankan pengetahuan ilmiah yang kuat di samping menggunakan pendekatan multidisipliner (multidisiplin, interdisiplin, transdisiplin).
Sebagai hasil dari kegiatan ini, peserta diharapkan dapat lebih terbuka terhadap perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadi, serta lebih cakap dalam menghadapi masalah-masalah kontemporer dengan merujuk pada prinsip-prinsip ijtihad yang benar layaknya dilakukan oleh Majlis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Kelas ditutup dengan sesi refleksi, di mana peserta menyampaikan kesan dan pesan mereka selama mengikuti Kelas Tarjih. Banyak yang mengungkapkan rasa terima kasih dan kepuasan atas materi yang disampaikan, serta mengapresiasi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber yang kompeten.
Sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka merasa lebih siap untuk mengembangkan pemikiran kritis mereka terkait dengan ijtihad dan ingin terus memperdalam kajian ini di masa depan.
Kelas Tarjih ini berhasil mewujudkan tujuannya untuk menghidupkan kembali semangat ijtihad dalam Islam dengan pendekatan ilmiah dan kontekstual. Dengan demikian, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa pembaruan dalam penerapan syariat Islam khususnya dalam bidang ketarjihan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow