Jelang Tanwir di Palu, Muhammadiyah Bahas Risalah Kesemestaan hingga Program Kerja 20 Tahun
YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan tiga materi strategis untuk dibahas dalam Sidang Tanwir Muhammadiyah pada 13–15 November 2026 di Palu, Sulawesi Tengah. Ketiga materi tersebut meliputi perumusan Risalah Kesemestaan, pembahasan Anggaran Dasar Muhammadiyah, dan penyusunan program kerja jangka panjang untuk 20 tahun mendatang.
Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto, menjelaskan bahwa ketiga materi tersebut telah dibahas melalui Rapat Pleno PP Muhammadiyah sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Tanwir.
Menurut Agung, Risalah Kesemestaan digagas sebagai landasan teologis untuk merespons berbagai persoalan dunia. Dokumen tersebut diharapkan dapat merumuskan peran umat Islam dalam menghadapi tantangan global.
“Ini juga termasuk bagaimana peran yang bisa dimainkan umat Islam dalam rangka menghadapi problem dunia saat ini (kesemestaan),” ungkap Agung, Jumat (30/10).
Materi kedua berkaitan dengan pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah. Agung menyebut terdapat kemungkinan sejumlah perubahan dalam aturan organisasi tersebut. Pembahasannya akan menjadi salah satu agenda dalam Sidang Tanwir.
Sementara itu, materi ketiga adalah penyusunan program kerja jangka panjang Muhammadiyah untuk 20 tahun ke depan. Menurut Agung, penyusunan program baru perlu segera dilakukan karena periode program jangka panjang sebelumnya akan berakhir pada 2026.
“Sehingga ini perlu materi jangka panjang yang kedua. Program kerja jangka panjang kami yaitu 20 tahun,” terangnya.
Selain tiga materi tersebut, PP Muhammadiyah juga mempersiapkan pengesahan tata tertib pemilihan pimpinan pusat untuk Muktamar Muhammadiyah 2027. Agung menjelaskan bahwa tata tertib pemilihan ditetapkan satu tahun sebelum pelaksanaan Muktamar.
“Muhammadiyah itu kalau tata tertib pemilihan, ditetapkan setahun sebelum Muktamar. Sehingga karenanya tatib sudah selesai, nanti tinggal pemilihan,” ujar Agung.
Pembahasan Risalah Kesemestaan juga berkaitan dengan agenda internasionalisasi Muhammadiyah. Melalui agenda tersebut, Muhammadiyah ingin memperkuat kontribusinya dalam peradaban global, meningkatkan kapasitas kader untuk berkiprah di tingkat internasional, serta membuka peluang pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai negara.
Agung menegaskan bahwa Sidang Tanwir merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Muktamar Muhammadiyah 2027. Karena itu, materi dan agenda yang dibahas diharapkan dapat menjadi landasan bagi arah gerakan Muhammadiyah ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow