Jamaah Meluber ke Jalan, Pengajian Akbar Maulid Nabi Masjid Al Amin Pasekan Luncurkan Berbagai Program
SLEMAN — Antusiasme warga memeriahkan Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Masjid Al Amin Pasekan begitu tinggi. Lebih dari 600 jamaah dari Pasekan Lor dan Pasekan Kidul memadati masjid hingga halaman dan jalan di sekitar lokasi.
Keterbatasan kapasitas masjid tak menyurutkan semangat warga mengikuti pengajian. Sebagian jamaah bahkan rela duduk lesehan dengan tertib di sepanjang jalan sekitar masjid untuk menyimak rangkaian acara.
Suasana semakin semarak dengan lantunan shalawat dari Hadroh Mar’atus Sholihah, komunitas hadroh yang beranggotakan warga Pasekan. Penampilan mereka menghidupkan suasana pengajian pada Senin malam tersebut.
Hadir sebagai penceramah utama, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Ustaz Dr. Ridwan Furqoni, S.Pd., M.P.I., menyampaikan tausiyah bertema “Meneladani Rasulullah, Menguatkan Keluarga, Tangguh Bersama Menghadapi Tantangan Sosial”.
Dalam tausiyahnya, Ridwan memperkenalkan formula 5M sebagai pilar dalam meneladani Rasulullah ﷺ. Pertama, meyakini Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusan Allah ﷻ. Kedua, mencintai Rasulullah ﷺ. Ketiga, mendoakan Baginda Nabi. Keempat, meneladani ajaran Rasulullah ﷺ dalam empat aspek mendasar, yakni ibadah, aqidah, akhlak, dan muamalah. Kelima, mengajarkan serta menyebarluaskan ajaran kebaikan Rasulullah ﷺ.
Menurut Ridwan, keteladanan dalam aspek muamalah juga dapat diwujudkan melalui kreativitas dan inovasi dalam menghidupkan masjid.
“Meneladani Rasulullah dalam muamalah berarti kita harus kreatif dan inovatif dalam menghidupkan masjid, persis seperti langkah nyata yang dijalankan Takmir Masjid Al Amin Pasekan dengan berbagai program inovatif yang sangat menginspirasi ini,” tegasnya di hadapan ratusan jamaah.

Pengajian tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran sejumlah program baru Masjid Al Amin Pasekan. Ketua Takmir Masjid Al Amin Pasekan, Riandi, mengatakan berbagai program tersebut dihadirkan sebagai ikhtiar untuk mewujudkan tagline masjid, yakni “Makmur Masjidnya, Sejahtera Jamaahnya, Maju Masyarakatnya.”

Salah satu program yang diluncurkan adalah pengukuhan kepengurusan Pemuda Masjid Bergerak Berdampak. Program ini menjadi bagian dari upaya regenerasi sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai aktivitas kemasjidan.
Ketua Panitia, Sugiyono, berharap keberadaan kepengurusan tersebut mampu melahirkan pemuda yang adaptif, komunikatif, dan inovatif dalam menggerakkan kegiatan masjid, terutama dalam merangkul Generasi Z di Pasekan.
Selain itu, Masjid Al Amin Pasekan juga meluncurkan JagalMU Pasekan, komunitas juru sembelih halal Muhammadiyah berbasis masjid. Komunitas ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan ibadah kurban tahunan sekaligus menjadi wadah kaderisasi dan pemberdayaan anak muda di lingkungan masjid.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Balecatur, Imam Sukiman. Ia menilai keterlibatan anak-anak muda dalam JagalMU menjadi model menarik dalam membangun kaderisasi berbasis komunitas masjid.
“Pengurus JagalMU ini diisi oleh anak-anak muda. Ini adalah role model kaderisasi berbasis komunitas masjid yang sangat hebat. Biasanya jagal di masjid itu sudah sepuh-sepuh. Semoga langkah dari Masjid Al Amin ini dapat menginspirasi masjid-masjid lain,” ujarnya.
Rangkaian Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad ﷺ tersebut pun menjadi penanda bahwa masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya generasi muda, pemberdayaan jamaah, serta berbagai gerakan sosial yang berdampak bagi masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow