Dekan Baru UAD Resmi Dilantik, Ikhwan Ahada Ingatkan Teladan Kepemimpinan Pak AR Fakhruddin
YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A., menyampaikan ucapan selamat kepada para dekan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang mengakhiri masa jabatan maupun yang baru dilantik untuk periode 2026–2030.
Mewakili PWM DIY, Ikhwan mengapresiasi dedikasi para dekan periode sebelumnya yang dinilai telah mengemban amanah dengan optimal sehingga mampu membawa kemajuan bagi fakultas dan UAD secara keseluruhan.
"Atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, kami mengucapkan tahniah dan terima kasih kepada Bapak-Ibu dekan yang telah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Semoga seluruh pengabdian tersebut menjadi amal saleh," ujarnya.
Kepada para dekan yang baru dilantik, Ikhwan juga menyampaikan doa agar diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah selama empat tahun ke depan.
Ia turut memberikan apresiasi atas perkembangan UAD yang terus menunjukkan kemajuan. Menurutnya, salah satu kekuatan utama UAD adalah terbangunnya sinergi yang harmonis antara Persyarikatan Muhammadiyah, pimpinan universitas, dan Badan Pembina Harian (BPH).
Ikhwan mengenang Rapat Koordinasi Nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah pada 2023 di Surabaya, ketika UAD menjadi contoh perguruan tinggi yang dinilai berhasil membangun kolaborasi antarelemen tersebut.
"UAD menjadi salah satu universitas yang menginspirasi dalam membangun sinergi antara Persyarikatan, universitas, dan BPH. Hubungan yang harmonis seperti ini perlu terus dijaga karena akan mempercepat tercapainya tujuan-tujuan universitas sekaligus tujuan dakwah Persyarikatan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Ikhwan juga mengingatkan pentingnya karakter kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan (servant leadership) sebagaimana teori yang dikemukakan oleh Robert K. Greenleaf. Ia menyebut nilai-nilai tersebut telah lama dipraktikkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1968–1990, KH AR Fakhruddin, bahkan sebelum konsep tersebut populer dalam teori kepemimpinan modern.
Menurut Ikhwan, sosok pemimpin Muhammadiyah ideal setidaknya memiliki empat karakter utama sebagaimana dicontohkan KH AR Fakhruddin. Seorang pemimpin harus mampu ngayomi atau melindungi, ngayahi atau siap melayani dan bekerja, ngayemi atau menghadirkan ketenteraman, serta menjadi pribadi yang ngangeni, yakni sosok yang dirindukan dan dicintai oleh orang-orang yang dipimpinnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow