Gempa Flores Renggut Puluhan Jiwa, Muhammadiyah Ajak Bangsa Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8). Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan, serta memaksa ribuan warga mengungsi.
Berdasarkan pembaruan data kebencanaan saat pernyataan disampaikan, sedikitnya 38 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Ribuan warga lainnya terdampak dan mengungsi. Data korban dan dampak bencana masih terus diperbarui seiring proses pendataan serta penanganan di lapangan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat Flores.
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur. Semoga saudara-saudara yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucap Haedar, Sabtu (15/8).
Haedar juga mendoakan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan bagi masyarakat yang terdampak. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan membantu warga yang tengah menghadapi situasi darurat.
“Musibah ini merupakan duka kita bersama. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan, memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan,” tuturnya.
Haedar menegaskan, Muhammadiyah melalui jaringan kebencanaannya terus melakukan respons kemanusiaan di wilayah terdampak.
“Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC dan LAZISMU akan terus hadir membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama,” kata Haedar.
Sebagai bagian dari respons awal, MDMC telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, NTT. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau kondisi masyarakat terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan kemanusiaan di lapangan agar dapat ditindaklanjuti secara terkoordinasi.
Haedar mengapresiasi gerak cepat para relawan Muhammadiyah yang berada di wilayah terdampak. Ia juga mengajak seluruh jaringan Muhammadiyah memperkuat solidaritas dan kerja-kerja kemanusiaan dalam masa tanggap darurat.
“Semoga para relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan. Kita berharap proses evakuasi, pencarian, pelayanan kepada pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Haedar turut mengajak masyarakat luas memberikan dukungan kepada warga Flores, baik melalui doa maupun bantuan kemanusiaan sesuai kebutuhan di masa tanggap darurat.
Menurutnya, bencana menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas antarsesama. Dukungan dari berbagai elemen bangsa sangat dibutuhkan agar masyarakat terdampak dapat melewati masa darurat dan secara bertahap memulihkan kehidupan mereka.
“Dalam menghadapi bencana, kita harus memperkuat solidaritas dan gotong royong. Semoga dari musibah ini lahir kekuatan kemanusiaan yang membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” pungkas Haedar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow