Din Syamsuddin: Umur Terus Berkurang, Perbanyak Amal Saleh untuk Meraih Husnul Khatimah
YOGYAKARTA — Batas usia manusia merupakan rahasia Allah SWT yang tidak diketahui siapa pun. Karena itu, setiap orang perlu mensyukuri kesempatan hidup yang masih diberikan serta memanfaatkannya untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju akhir kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2015, Din Syamsuddin, dalam Pengajian Rabu Pahing yang digelar di halaman parkir Gedung KH Sudja' RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (29/7).
Menurut Din, anggapan bahwa manusia memperoleh umur yang semakin panjang sejatinya kurang tepat. Yang terjadi justru sebaliknya, umur terus berkurang setiap hari.
"Sebenarnya yang panjang itu bukan umur, usia. Sedangkan umur itu berkurang dari tahun ke tahun," ujarnya.
Pernyataan tersebut merujuk pada syair Abu Nawas berjudul Al-I'tiraf, khususnya bait Wa 'umrii naaqishun fii kulli yaumin yang berarti "Umurku ini setiap hari berkurang."
Din menegaskan bahwa tidak seorang pun mengetahui berapa lama Allah menetapkan usia hidupnya. Yang pasti, setiap hari yang dilalui berarti jatah umur semakin berkurang.
"Umur berkurang, bukan bertambah. Kita tidak tahu berapa ketentuan Allah bagi kita tentang umur ini," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa ketika kematian datang menjemput, manusia tidak akan mampu menunda, mempercepat, ataupun memundurkannya karena semuanya merupakan ketetapan Allah SWT.
"Itulah ketentuan Allah tentang al-maut," katanya.
Karena itu, menurut Din, yang terpenting bukanlah berapa lama seseorang hidup, melainkan bagaimana memanfaatkan sisa umur untuk beramal. Ia mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi yang menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang panjang usianya dan baik amalnya.
"Yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Inilah yang akan memperoleh husnul khatimah," ujarnya.
Amal yang dimaksud, lanjut Din, adalah segala bentuk kebaikan yang sesuai dengan tuntunan syariat dan membawa kemaslahatan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
"Penuh dengan amal saleh, amal kebaikan, amal kebenaran, dan amal yang berdampak kemaslahatan. Itulah orang-orang yang akan memperoleh husnul khatimah," jelasnya.
Ia pun mengajak umat Islam memanfaatkan sisa umur dengan memperbanyak amal saleh serta menjauhi segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan syariat, termasuk kemusyrikan.
Sebagai contoh, Din menyebut amalan spiritual seperti berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur'an. Di sisi lain, amal sosial juga memiliki nilai yang besar, seperti menyumbangkan gagasan terbaik bagi kemaslahatan umat, berinfak, bersedekah, serta menunaikan zakat.
Selain itu, Din menekankan pentingnya mempersiapkan generasi penerus yang saleh dan salehah. Menurutnya, kehadiran generasi yang berakhlak mulia akan menjadi fondasi lahirnya kehidupan yang lebih baik, bermakna, dan penuh keberkahan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow