Busyro Muqoddas: Peran Politik Muhammadiyah Sejak Awal Sudah Jelas

Busyro Muqoddas: Peran Politik Muhammadiyah Sejak Awal Sudah Jelas

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menegaskan bahwa peran Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam ranah politik kebangsaan, telah terlihat jelas sejak organisasi ini berdiri.

Hal tersebut disampaikan dalam Pengajian Karyawan PP Muhammadiyah yang digelar di Yogyakarta, Kamis (9/4).

Menurut Busyro, kontribusi Muhammadiyah tidak hanya terbatas pada bidang dakwah dan sosial, tetapi juga mencakup peran strategis dalam perjalanan politik Indonesia, termasuk dalam proses menuju kemerdekaan.

Ia menyebut sejumlah tokoh Muhammadiyah seperti Ahmad Dahlan, Sudirman, Ki Bagus Hadikusumo, Ahmad Muzakkir, dan Kasman Singodimedjo sebagai figur penting yang berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

“Kiprah mereka menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki peran nyata dalam dinamika kebangsaan sejak awal,” ujarnya.

Busyro menilai, kontribusi tersebut tampak secara jelas atau dalam istilah Jawa disebut cetho welo-welo, yakni terang dan gamblang. Ia mencontohkan keterlibatan tokoh Muhammadiyah dalam perumusan dasar negara.

Menurutnya, Presiden pertama Indonesia, Sukarno, saat itu meminta pandangan kepada Ki Bagus Hadikusumo yang bersama Ahmad Muzakkir dan Kasman Singodimedjo terlibat dalam proses tersebut.

Lebih lanjut, Busyro menekankan pentingnya nilai akhlak dalam kehidupan berorganisasi maupun berbangsa. Ia menyebut Muhammadiyah hingga saat ini masih diisi oleh individu yang menjunjung tinggi nilai moral sebagai fondasi utama.

Menurutnya, akhlak individu berpengaruh besar terhadap kehidupan yang lebih luas, mulai dari keluarga hingga tatanan sosial, politik, dan ekonomi.

“Akhlak perorangan yang baik akan membentuk kehidupan sosial dan kebangsaan yang baik pula,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari sifat kikir dan serakah karena dapat memicu berbagai persoalan dalam kehidupan. Sebaliknya, sikap syukur dinilai dapat membawa pada kesejahteraan, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan berbangsa.

Melalui refleksi sejarah dan penegasan nilai tersebut, Busyro berharap Muhammadiyah terus konsisten mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa, baik melalui gerakan sosial maupun keteladanan moral warganya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow