Bersama dalam Kebaikan: LAZISMU dan LAZISNU DIY Ajak Anak Belajar Peduli Lewat Warna dan Cerita
YOGYAKARTA – Suasana ceria memenuhi area atrium Lippo Mall Jogja pada Sabtu (4/10) pagi. Ratusan crayon warna-warni berpadu dengan tawa anak-anak yang duduk bersila di atas lantai, mengikuti Festival Mewarnai dan Mendongeng untuk Palestina yang digelar secara kolaboratif oleh LAZISMU dan LAZISNU DIY.
Sekitar 90 anak usia 5–8 tahun dari berbagai sekolah dan TPQ di Yogyakarta hadir bersama orang tua mereka. Sejak registrasi dibuka, semangat mereka sudah terlihat—ada yang menenteng kotak pensil bergambar tokoh kartun, ada pula yang memeluk erat kertas gambar bertema perdamaian.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ikap Bin Kholib, Ketua Panitia sekaligus Manager Fundraising LAZISMU DIY. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi wujud nyata pendidikan empati bagi anak-anak.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan kepedulian terhadap sesama, khususnya saudara kita di Palestina. Melalui mewarnai dan mendongeng, mereka belajar tentang kasih sayang dan solidaritas sejak dini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Edo Segara Gustanto, Direktur LAZISNU DIY, menekankan arti penting kebersamaan lintas lembaga dalam menebar kebaikan.
“Kolaborasi antara NU dan Muhammadiyah ini menunjukkan bahwa kita selalu kompak dalam berempati. Semoga kegiatan ini menginspirasi agar kita terus bersatu dalam kebaikan,” ungkapnya.
Setelah sambutan dan doa bersama, lomba mewarnai pun dimulai. Warna biru, hijau, merah, dan kuning berpadu dalam karya anak-anak yang menggambarkan kedamaian dan harapan untuk Palestina. Beberapa menggambar bendera Palestina, sebagian lainnya menggambarkan tangan-tangan kecil yang saling menggenggam. Di sela aktivitas, orang tua tampak tersenyum menyaksikan anak-anak mereka belajar mengekspresikan empati lewat warna.
Suasana semakin meriah ketika Kak Bimo, pendongeng nasional, tampil membawakan kisah inspiratif tentang persahabatan dan keberanian. Dengan gaya khasnya yang ekspresif, ia berhasil membuat anak-anak tertawa, bernyanyi, bahkan ikut berseru lantang, “Peduli Palestina!” Kisah sederhana itu mengajarkan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi orang lain.
Menjelang sore, acara ditutup dengan Deklarasi Palestina. Anak-anak berdiri bersama panitia, mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi, menyerukan dukungan moral untuk saudara-saudara mereka di tanah suci itu. Beberapa anak tampak malu-malu, namun wajah mereka bersinar penuh semangat.
Puncak kegiatan ditandai dengan pengumuman pemenang lomba mewarnai.
Untuk kategori TK:
Juara 1: Alishba K. (KB Al Hakim)
Juara 2: Maulidya M.S. (TK M. Nadsari Budi I Krayak)
Juara 3: Chayra (TK Masyitoh Bawuran)
Untuk kategori SD:
Juara 1: A. Dira K.R. (SD Pujokusuman 1)
Juara 2: M. Hannan A.R. (SD Muhammadiyah Bayan)
Juara 3: Khaira Sihan S. (TPA Nurul Murtaja)
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Arsianti Latifah, S.Pd., M.Sn, M. Daiva Khresna Rasendria, dan Marzuki.
Tak hanya menjadi ajang ekspresi dan edukasi, kegiatan ini juga berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp27.013.500, yang akan disalurkan melalui program kemanusiaan LAZISMU dan LAZISNU DIY untuk membantu warga Palestina.
Festival penuh warna dan makna ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya BSI, BPR Syariah BDW, Bank Syariah BDS, HIK MCI, Panin Dubai Syariah Bank, Gembira Loka Zoo, Pamella Supermarket, Iki Telurku, SS House, Arfa Trolley School, dan Madina Mart.
Melalui kolaborasi ini, LAZISMU dan LAZISNU DIY berharap, empati terhadap Palestina tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi nilai hidup dalam diri anak-anak—generasi penerus bangsa yang berjiwa sosial, kreatif, dan cinta damai.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow