Arif Jamali Muis: Pendidikan Jadi Pilar Utama Membangun Generasi Cerdas Finansial
JAKARTA – Staf Khusus Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul Kemendikdasmen RI sekaligus Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Arif Jamali Muis, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam membentuk masyarakat terdidik dan cerdas finansial. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Cha-Ching One Million: Empowering Futures Through Financial Education yang diselenggarakan oleh Prudence Foundation bekerja sama dengan Prudential Indonesia, di Lantai 2 Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Menurut Arif, keberhasilan program Cha-Ching yang telah menjangkau satu juta siswa menjadi bukti nyata bahwa literasi keuangan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan dasar dengan cara yang menyenangkan dan relevan. Ia menilai, program tersebut selaras dengan visi pemerintah untuk mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki kecakapan finansial sejak dini.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Prudential Indonesia, Prudence Foundation, bersama seluruh mitra, serta seluruh guru dan sekolah yang telah berdedikasi dalam menyukseskan program ini. Dengan mencapai satu juta siswa, Cha-Ching menunjukkan bahwa literasi keuangan bisa menjadi bagian dari pembelajaran yang mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan menyiapkan generasi muda untuk membuat keputusan finansial yang bijak sejak dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arif menyoroti pentingnya literasi keuangan di tengah perubahan perilaku keuangan generasi muda yang kian kompleks. Jika dulu persoalan finansial banyak terkait dengan kebiasaan konsumtif, kini tantangannya meluas hingga praktik pinjaman daring (pinjol) dan perjudian online (judol) yang turut menyasar kalangan pelajar.
Di zaman dahulu, menurut Arif, masalah keuangan hanya soal boros, tapi sekarang lebih beragam dan berisiko. Karena itu, literasi keuangan bukan sekadar pelajaran tambahan, melainkan keterampilan hidup yang wajib dimiliki setiap siswa.
Arif juga menekankan bahwa pendidikan literasi keuangan tidak hanya mendidik anak untuk menabung atau berhemat, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab dan kemampuan mengambil keputusan yang rasional terkait uang. Pendidikan yang baik adalah yang memampukan anak memahami nilai uang, etika penggunaan, serta dampak sosial dari setiap keputusan finansial.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan lintas lembaga, baik dari pemerintah, lembaga keuangan, maupun sektor pendidikan. Hadir dalam acara tersebut antara lain Dr. Khamim, Widyaprada Ahli Utama Direktorat SD Kemendikdasmen RI; Dani Kartika, Manajer Madya Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK; Dr. Tirto Adi, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo; Irsyad, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok; serta jajaran pimpinan Prudential Indonesia dan Prudence Foundation, termasuk Karin Zulkarnaen, Pradeep Grewal, Nicole Ngeow, Pia Warburton, Adnan Bokhari, Natalia Soebagjo, dan Reno Rafly.
Program Cha-Ching sendiri bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dasar keuangan pada anak usia sekolah dasar melalui pendekatan interaktif dan berbasis karakter. Melalui empat konsep utama — Earn, Save, Spend, dan Donate — program ini membantu siswa memahami pentingnya perencanaan dan tanggung jawab dalam mengelola uang.
Inisiatif ini juga berupaya mempererat kolaborasi lintas sektor untuk memperluas jangkauan literasi keuangan di sekolah. Selain memberikan penghargaan bagi guru dan sekolah yang berprestasi dalam implementasi program, acara ini juga menjadi momentum untuk menguatkan kembali komitmen bersama antara pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor pendidikan dalam memperluas dampak program ke seluruh Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow