Arif Jamali Muis Ajak PCM Depok Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Arif Jamali Muis Ajak PCM Depok Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN – Pendidikan bermutu untuk semua harus menjadi visi dan semangat dari Muhammadiyah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) sekaligus Staf Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, M.Pd., pada Baitul Arqam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok, Sleman, Ahad (12/10).

Dalam materinya yang bertajuk “Potret Pendidikan Nasional dan Muhammadiyah”, Arif terlebih dahulu menjelaskan bahwa arah pembangunan pendidikan nasional saat ini berangkat dari Asta Cita Kabinet Merah Putih, yang menitikberatkan pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), Sains, dan Teknologi (STEM), dengan tambahan nilai seni budaya dan agama di beberapa satuan pendidikan. 

Paradigma ini kemudian disederhanakan oleh Kemendikdasmen menjadi visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

“Pendidikan harus bermutu dan menjadi semangat bagi persyarikatan Muhammadiyah dalam mengelola sekolah, agar pendidikan bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Arif.

Menurutnya, pendidikan bermutu bukan hanya soal akses, tetapi juga kualitas. Ia menekankan bahwa visi “pendidikan bermutu untuk semua” hanya dapat terwujud bila memiliki empat pilar utama, yakni sarana prasarana yang memadai, pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) yang kompeten dan sejahtera, lingkungan sosial-budaya yang mendukung, serta pembelajaran yang adaptif dan bermakna.

Arif menegaskan, sarana dan prasarana menjadi fondasi penting pendidikan bermutu. Ia menilai, fasilitas sekolah tidak harus mewah, tetapi memadai untuk mendukung pembelajaran yang efektif. Ia juga menyebut, aspek kesejahteraan guru masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Ada yang sudah bagus, tapi di beberapa sekolah masih perlu perhatian. LAZISMU harus bisa membuat model baru agar guru dan tendik lebih sejahtera, terutama di wilayah Depok,” ujarnya.

Dalam hal pembelajaran, Arif mencontohkan metode KH Ahmad Dahlan yang mendidik dengan pendekatan mendalam, bermakna, dan menggembirakan.

“Ketika Kiai Dahlan mengajarkan Surat Al-Ma’un, beliau tidak hanya menjelaskan maknanya, tapi juga mengajak murid memahami dan merefleksikannya dalam tindakan nyata. Ini yang harus diterapkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Tidak boleh ada schooling without learning,” tegasnya.

Dalam aspek lingkungan sosial budaya yang mendukung, Arif mengapresiasi PCM Depok yang dinilainya mendukung ekosistem pendidikan unggul. Ia menyebut beberapa sekolah di Depok, Sleman, seperti SD Muhammadiyah Condongcatur dan SD Muhammadiyah Komplek Kolombo di Condongcatur sebagai contoh nyata kolaborasi masyarakat dan sekolah dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.

Selain bermutu, Arif menekankan pentingnya menghadirkan pendidikan untuk semua. Ia menyoroti empat aspek utama: ketersediaan layanan pendidikan yang merata, pembiayaan afirmatif bagi masyarakat kurang mampu, layanan pendidikan inklusif, dan pengembangan talenta unggul.

Dalam konteks pengembangan talenta, Arif mencontohkan keberhasilan SD Muhammadiyah Condongcatur yang menempati peringkat pertama dalam Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen.

“Prestasi seperti ini menjadi bahan promosi efektif bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk menarik peserta didik baru,” katanya.

Menutup pemaparannya, Arif mengajak seluruh kader dan pengelola pendidikan Muhammadiyah untuk terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua, sesuai dengan semangat Islam berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow