Apel Syiar Bermuhammadiyah, Azman Latif Tekankan Ukhuwah dan Tanggung Jawab Kolektif Menuju Jannatun Na'im
YOGYAKARTA — Suasana hari Senin pagi (11/5) di halaman Gedung Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tampak khidmat dan serius saat puluhan pegawai Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY mengikuti Apel hari Syiar BerMuhammadiyah. Kegiatan Apel Syiar Bermuhammadiyah ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali, sebagai sarana penguatan nilai-nilai organisasi, kedisiplinan, dan ukhuwah di lingkungan PWM DIY.
Pada kesempatan ini, Wakil Ketua PWM DIY, Ir. Azman Latif bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, Azman menekankan pentingnya persaudaraan dan tanggung jawab kolektif dalam kehidupan berorganisasi di Muhammadiyah.
Menurutnya, Allah Swt dan Rasulullah ﷺ telah memberikan fondasi yang sangat kuat tentang makna persaudaraan. Azman menyampaikan tiga perumpamaan yang digunakan Rasulullah ﷺ untuk menggambarkan hakikat ukhuwah di antara orang-orang beriman.
Pertama, persaudaraan diibaratkan seperti satu tubuh. Azman menyebut bahwa dalam satu tubuh, setiap bagian tidak bisa berdiri sendiri, semua harus menyatu dan saling menolong.
“Ketika ada satu bagian tubuh kita yang sakit, maka yang lain akan merasakannya, mungkin menjadi panas, mungkin menjadi tidak bisa tidur, mungkin juga tidak bisa beristirahat,” tuturnya.
Kedua, Rasulullah ﷺ menggambarkan persaudaraan seperti sebuah bangunan yang kokoh, yang masing-masing bagiannya saling menguatkan.
“Bangunan apa pun itu mereka akan saling menguatkan antara bagian yang satu dengan bagian bangunan yang lain. Ada yang berfungsi sebagai penyangga, ada yang berfungsi sebagai pemanis. Semuanya itu penting,” ucap Azman.
Ia mengingatkan, agar tidak ada yang merasa lebih penting dari yang lain. Sebab. semua bagian dalam organisasi Muhammadiyah adalah satu kesatuan yang saling menopang.
Ketiga, perumpamaan ketiga digambarkan bahwa persaudaraan itu seperti penumpang dalam satu kapal di tengah lautan.
“Ketika ada salah satu penumpang yang menganggap ini tempat duduknya sendiri, lalu mulai melubangi kapal di bagian bawahnya, maka yang akan celaka bukan hanya si pembuat lubang itu, tapi seluruh isi penumpang kapal itu akan ikut tenggelam,” paparnya.
Orang yang buat celaka itu, lajut Azman, bukan menjadi satu-satunya yang akan celaka, tapi semuanya akan ikut celaka. “Inilah kemudian bagaimana kita bisa saling mengingatkan, bagaimana di antara kita itu bisa saling amar ma'ruf nahi munkar,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Azman mengingatkan landasan ideologis gerakan, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, khususnya poin ketujuh sebagai penutup dan puncak dari seluruh rangkaian nilai yang terkandung di dalamnya
“Muhammadiyah ini akan mengantarkan segenap pengikutnya, segenap pegawainya, segenap pimpinannya, segenap simpatisannya menuju ke depan pintu gerbang surga, Jannatun Na'im,” ucapnya.
Ia menggambarkan bahwa seluruh aktivitas di kantor PWM DIY, seluruh kegiatan organisasi Muhammadiyah dan seluruh tugas yang diemban oleh tiap-tiap pegawai sejatinya adalah bagian dari perjalanan panjang menuju satu tujuan yang sama.
“Sehingga, kita harus selalu bersama-sama. Nggak boleh kemudian yang satu sudah duluan, yang lain ditinggal. Harus bersama-sama menuju pintu gerbang surga, Jannatun Na'im itu,” pesannya.
Menutup amanatnya, Azman menekankan bahwa bekerja dan berorganisasi dalam Muhammadiyah seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bahagia. Sehingga, visi besar itu harus menjadi motivasi dalam keseharian kerja.
Ia juga mengajak seluruh peserta apel untuk bersegera, bukan dalam urusan duniawi semata, tetapi dalam setiap langkah menuju kebaikan dan ketaatan
“Apapun bagiannya, apapun bidangnya, apapun ketugasannya, itu semuanya bermuara untuk mengantarkan sampai ke depan pintu gerbang Jannatun Na'im,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow