Tim Pengabdian Masyarakat UAD Gagas Pelatihan Pembuatan Eco Enzym bersama Ibu-Ibu PRA Sayidan

Tim Pengabdian Masyarakat UAD Gagas Pelatihan Pembuatan Eco Enzym bersama Ibu-Ibu PRA Sayidan

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (TPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggagas pelatihan pembuatan eco enzym sebagai upaya peningkatan kapasitas pengolahan sampah sisa dapur. Program ini berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Sayidan, yang berlokasi di piggiran Kali Code. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Al Ikhsan dan bertujuan menanggulangi sampah organik rumah tangga, yang menurut data KLHK tahun 2022 menyumbang 38,28% sampah nasional.

Sampah organik yang ditimbun di tempat pembuangan akhir dapat menghasilkan gas metana (CH₄) dalam waktu singkat dan berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bahaya, sebagaimana insiden di TPA Leuwigajah, Cimahi, pada Februari 2005 yang menewaskan 157 pemulung. Untuk mengurangi timbulan sampah organik sejak dari sumbernya, pelatihan ini difokuskan pada para ibu yang sering mengolah makanan di dapur.

Metode yang diterapkan adalah pembuatan eco enzym dengan menggunakan lodong plastik atau galon sebagai wadah, lima jenis bahan organik sisa dapur, dan molase sebagai bahan aktif untuk mendukung pertumbuhan bakteri. Campuran air jernih, bahan organik, dan molase dengan perbandingan 10:3:1 difermentasi selama tiga bulan hingga menghasilkan eco enzym yang harum, terutama bila menggunakan kulit buah seperti jeruk atau nanas.

Pelatihan yang diikuti oleh 50 ibu peserta pengajian rutin setiap hari Senin tersebut berlangsung dengan antusias. Peserta membawa peralatan dan bahan sendiri dari rumah serta aktif memotong sayuran dan buah sebagai bahan baku. 

Dosen Universitas Ahmad Dahlan, Isana Arum Primasari, Syifa Fitriani, dan Tri Budiyanto, bersama beberapa mahasiswa yang mendampingi kegiatan, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah secara mandiri. Mereka berharap, dengan dukungan pemerintah, program serupa dapat terus dilaksanakan sehingga timbulan sampah organik yang dibuang ke TPS dapat berkurang secara signifikan.

Eco enzym sendiri diketahui memiliki berbagai manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Eco enzym dapat digunakan untuk merendam sayur guna menghilangkan pestisida, herbisida, logam berat, sel parasit, dan zat lilin pada buah; menghilangkan kutu pada beras; membersihkan lantai WC, dinding kamar mandi, dan sebagai campuran pencuci piring serta pakaian; mengatasi minyak atau lemak membandel; melancarkan saluran WC; menjernihkan air akuarium; menghilangkan kerak; dan memoles barang-barang sekaligus mengurangi nyamuk atau serangga.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow