Songsong Ramadan, Muhammadiyah DIY Gaungkan Gerakan Hemat Energi dan Bumi Lestari

Songsong Ramadan, Muhammadiyah DIY Gaungkan Gerakan Hemat Energi dan Bumi Lestari

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Semangat menyambut bulan suci Ramadan diwujudkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY melalui gerakan peduli lingkungan dan energi. Bertempat di Nusavara Cafe & Resto pada Malam Ahad (14/2), kegiatan ini diinisiasi oleh Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY dengan melibatkan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah se-DIY.

Mengusung tema "Gerakan Membangun Kesadaran Menuju Bumi Lestari", agenda ini menjadi ruang refleksi sekaligus kampanye kolektif agar kader Muhammadiyah semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan dan beralih ke energi terbarukan.

Wakil Ketua PWM DIY, Dr. Sapardiyono, S.Hut., M.H., menegaskan bahwa konsep Islam Berkemajuan tidak hanya berbicara pada aspek pendidikan dan sosial, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan hidup.

Hanya saja, persoalan lingkungan kerap kalah oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Ia mencontohkan pengelolaan hutan yang seharusnya berbasis prinsip lestari.

“Hutan tidak boleh hanya dilihat sebagai kayu. Ia adalah ekosistem yang di dalamnya ada air, manusia, dan jutaan makhluk hidup lain. Dalam konsep kehutanan, kayu boleh diambil, tetapi hanya sebesar daya tumbuhnya per tahun. Jika yang diambil hanya ‘bunganya’, maka pokoknya tetap lestari,” jelasnya.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan banyak eksploitasi yang melebihi daya dukung lingkungan. Di sinilah, kata dia, kepentingan ekonomi sering mengalahkan kepentingan kelestarian.

Sapardiyono juga menyoroti target global untuk meninggalkan energi fosil menuju energi terbarukan pada 2060. Pertanyaannya, apakah Indonesia sudah benar-benar siap?

Ia menyinggung langkah negara lain seperti Tiongkok yang serius mengembangkan panel surya dan baterai, bahkan menjadikannya komoditas ekspor. Indonesia, menurutnya, jangan hanya menjadi konsumen.

“Kalau kita tidak menyiapkan industri dan regulasi energi terbarukan, kita hanya akan menjadi pasar,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong Muhammadiyah untuk berperan aktif melalui advokasi kebijakan energi terbarukan, riset aplikatif di perguruan tinggi Muhammadiyah, serta penguatan pendidikan vokasi dan SMK untuk menyiapkan tenaga teknis di sektor energi hijau.

Langkah ini dinilai penting agar Muhammadiyah tidak sekadar menjadi pengamat, tetapi bagian dari solusi transisi energi nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua MLH PWM DIY, Muhibbudin Danan Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi media kampanye internal bagi kader Muhammadiyah DIY agar membudayakan hemat energi.

Beberapa program konkret yang telah dijalankan, mulai dari gerakan penanaman pohon, audit dan pelatihan audit energi, hingga program 1001 Cahaya untuk optimalisasi energi ramah lingkungan

Menurutnya, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari hal besar.

“Kita bisa mulai dari rumah. Misalnya membiasakan mencabut charger atau perangkat elektronik saat tidak digunakan. Meskipun posisi off, jika masih tertancap tetap menyerap energi,” ujarnya.

Selain itu, kesadaran mengelola sampah juga menjadi bagian penting. Budaya mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya dinilai sebagai langkah sederhana mengurangi limbah konsumsi.

Tak hanya diskusi, acara ini juga dimeriahkan dengan aksi hemat energi melalui mematikan lampu aula kafe selama tiga menit dan tanda tangan solidaritas peduli energi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow