Sekolah Ideologi Muhammadiyah Angkatan 2 Dimulai, Wujudkan Kader Ideologis dan Adaptif

Sekolah Ideologi Muhammadiyah Angkatan 2 Dimulai, Wujudkan Kader Ideologis dan Adaptif

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Kader Muhammadiyah dituntut memiliki keteguhan ideologi sekaligus kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Semangat itulah yang menjadi ruh penyelenggaraan Studium Generale Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM) Angkatan II yang digelar pada Rabu (15/7) di Aula Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Mengusung tema “Penguatan Kader Ideologis-Transformatif Menuju Pencerahan Muhammadiyah Abad Kedua”, Studium Generale menjadi penanda dimulainya rangkaian pembelajaran bagi 30 mahasiswa SIM Angkatan II.

Wakil Direktur Bidang Akademik SIM, Dr. Ahmad Zaki Annafiri, menegaskan bahwa kader Muhammadiyah harus memiliki fondasi ideologi yang kuat sekaligus mampu bertransformasi sesuai kebutuhan zaman.

Ia menjelaskan, selain mengikuti perkuliahan, peserta angkatan kedua juga akan mendapatkan bimbingan akademik sejak awal masa studi. Setiap mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing agar proses pembelajaran berjalan lebih terarah. Bahkan, kurikulum SIM juga terus dikembangkan secara dinamis agar tetap relevan dengan tantangan yang dihadapi Muhammadiyah saat ini.

"Mata kuliah di SIM sangat dinamis dan disesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang," jelasnya.

Sementara itu, Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T. menilai kehadiran SIM memiliki arti strategis bagi penguatan kader Muhammadiyah, khususnya dalam menyiapkan diaspora Muhammadiyah yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Persyarikatan.

Menurutnya, banyak kader Muhammadiyah yang berkiprah di birokrasi maupun berbagai sektor strategis. Namun, tanpa proses pengkaderan yang kuat, mereka berpotensi kehilangan pijakan ideologis.

"Dengan adanya sekolah kader diaspora Muhammadiyah, para kader yang berkiprah di birokrasi maupun di luar Persyarikatan akan tetap sejalan dengan cita-cita serta visi-misi Muhammadiyah," tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua PWM DIY, Dr. Iwan Setiawan, M.S.I. berharap SIM mampu melahirkan kader Persyarikatan yang berkualitas, berwawasan luas, dan siap mengemban amanah dakwah Muhammadiyah.

Ia optimistis pengembangan SIM tidak hanya berhenti sebagai program kaderisasi internal, tetapi dapat diperluas ke berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah.

"Semoga SIM menjadi tonggak baru dalam penguatan sistem perkaderan Muhammadiyah," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd. menyambut baik penyelenggaraan SIM sebagai ruang penyegaran sekaligus pendalaman pemahaman ideologi Muhammadiyah secara utuh dan komprehensif.

Ia berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan proses pembelajaran ini untuk memperkuat kualitas kekaderan sehingga ketika lulus tidak lagi diragukan komitmennya terhadap Persyarikatan.

"Melalui SIM, para peserta akan semakin mendalami ideologi Muhammadiyah dan memperkokoh wawasan Kemuhammadiyahan sehingga siap menjadi kader yang ideologis sekaligus transformatif," pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow