Ratusan Takmir Masjid se-Lendah Belajar Manajemen dan Siapkan Masjid Berkemajuan

Ratusan Takmir Masjid se-Lendah Belajar Manajemen dan Siapkan Masjid Berkemajuan

Smallest Font
Largest Font

KULON PROGO — Lebih dari 100 pengurus takmir masjid se-Kapanewon Lendah mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Fungsi Takmir Masjid yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lendah, Selasa (25/8). Kegiatan yang berlangsung di Aula BMT Bina Sejahtera, Lendah, ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus pembekalan bagi para pengelola masjid untuk meningkatkan tata kelola secara profesional.

Ketua PCM Lendah, Ir. H. Muh Hajron, M.M., mendorong para takmir untuk memperkuat kepemimpinan dan manajemen masjid. Menurutnya, pengelolaan masjid perlu dilakukan secara baik dan terarah agar mampu menjawab kebutuhan jamaah sekaligus menghadapi berbagai tantangan zaman.

Ia juga mendorong adanya sinergi pengelolaan potensi zakat jamaah melalui LAZISMU Lendah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar potensi zakat dapat dikelola secara lebih terorganisasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, moderator kegiatan, Drs. H. Warohman, M.S.I., menekankan pentingnya peran Lembaga Pengembangan Cabang Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) dalam mendampingi masjid-masjid di Lendah. Pendampingan tersebut diharapkan mampu mendorong masjid berkembang menuju kriteria masjid unggulan.

Penguatan kapasitas takmir juga disampaikan Cahyono, S.Ag. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut mengingatkan bahwa pengelolaan masjid tidak hanya membutuhkan kemampuan manajerial, tetapi juga landasan spiritual. Menurutnya, keikhlasan, kesabaran, dan kesyukuran menjadi tiga bekal penting bagi takmir agar masjid dapat hadir sebagai pusat solusi bagi berbagai persoalan umat.

Aspek digitalisasi dan tata kelola turut menjadi perhatian dalam pelatihan. Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, S.T., M.Kom., menekankan pentingnya penerapan manajemen berbasis sistem, termasuk kedisiplinan dalam pencatatan dan pengelolaan data.

“Masjid berkemajuan membutuhkan tata kelola yang tertib, berbasis data, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” menjadi salah satu pesan penting dalam pembekalan tersebut.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh masing-masing takmir. RTL tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat segera diterapkan dalam pengelolaan masjid di wilayah Lendah.

Melalui pelatihan ini, PCM Lendah mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tumbuh sebagai pusat pembinaan, pelayanan, pemberdayaan, dan solusi bagi masyarakat. Dengan penguatan kapasitas takmir dan tata kelola yang semakin baik, masjid diharapkan semakin makmur sekaligus berkemajuan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow