Rahasia Lansia Tetap Tajam: PDA Kota Tarakan Mengenal Peran Fisioterapi dalam Melawan Demensia
TARAKAN — Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Tarakan kembali menggelar pertemuan Day Center Lansia Aisyiyah (DCLA) ke-7 dengan mengusung tema “Lansia Sehat Bebas Pikun”. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama tim ahli dari Fixio Fisioterapi.
Dalam pertemuan tersebut, peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai demensia. Disampaikan bahwa demensia bukan semata-mata akibat proses penuaan yang tak terelakkan, melainkan kondisi yang dapat dikenali sejak dini serta dicegah melalui pendekatan aktivitas fisik dan stimulasi otak yang tepat.
Tim pemateri menjelaskan bahwa demensia dipengaruhi oleh berbagai faktor kesehatan dan gaya hidup. Selain usia lanjut sebagai faktor risiko utama, penyakit penyerta seperti stroke, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi turut berperan signifikan. Gaya hidup kurang gerak atau sedenter juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang berujung pada penurunan fungsi otak.
Kurangnya aktivitas fisik dan interaksi sosial diketahui berdampak langsung pada kinerja otak. Minimnya gerak dan sosialisasi mengurangi rangsangan saraf, sehingga mempercepat penurunan fungsi kognitif. Oleh karena itu, menjaga tubuh dan otak tetap aktif menjadi kunci penting dalam memperlambat proses degeneratif.
Gejala demensia umumnya muncul secara perlahan dan kerap tidak disadari pada tahap awal. Tanda-tanda yang sering muncul antara lain mudah lupa terhadap kejadian baru, kebingungan mengenai waktu dan tempat, serta kesulitan berbicara atau menemukan kata yang tepat. Perubahan emosi seperti mudah marah dan meningkatnya rasa curiga juga kerap dialami penderita.
Sebagai langkah pencegahan, lansia dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan rutin bergerak, menjaga kondisi kesehatan, serta mengonsumsi makanan bergizi. Aktivitas yang melatih otak seperti membaca, berdiskusi, dan bersosialisasi secara rutin juga sangat dianjurkan. Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi bagian penting dalam deteksi dini. Pada tahap lanjut, penderita demensia umumnya memerlukan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari seperti mandi, berpakaian, dan makan.
Melalui kegiatan ini, PDA Kota Tarakan berharap para lansia dapat menjalani masa tua yang lebih sehat, mandiri, dan bermakna.
Penulis: Fitry, S.Ag
(Wakil Ketua PDA Kota Tarakan)
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow