PWM DIY Sambut Positif IPM Kids, Langkah Strategis Perkuat Kaderisasi Muhammadiyah Sejak Dini

PWM DIY Sambut Positif IPM Kids, Langkah Strategis Perkuat Kaderisasi Muhammadiyah Sejak Dini

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Cahyono, S.Ag., menyambut positif peluncuran IPM Kids sebagai langkah strategis dalam memperkuat kaderisasi Muhammadiyah sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, pengenalan organisasi otonom kepada anak-anak menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi penerus persyarikatan.

Hal tersebut disampaikan Cahyono saat memberikan sambutan pada Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang digelar di Phytagoras Hall Taman Pintar Yogyakarta, Sabtu (25/7).

Ia mengungkapkan, Muhammadiyah yang tahun ini akan berusia 114 tahun justru terus menunjukkan perkembangan yang semakin kuat. Berbeda dengan manusia yang umumnya mengalami penurunan seiring bertambahnya usia, Muhammadiyah justru makin kokoh dalam menjalankan gerakan dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.

"Persyarikatan Muhammadiyah yang telah berusia lebih dari satu abad tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Justru semakin kuat. Demikian pula IPM yang kini berusia 65 tahun diharapkan menjadi kekuatan baru dalam melanjutkan estafet kepemimpinan Muhammadiyah," ujarnya.

Karena itu, PWM DIY menyambut baik hadirnya IPM Kids sebagai wadah kaderisasi bagi siswa sekolah dasar. Cahyono memandang langkah tersebut sejalan dengan upaya Muhammadiyah menanamkan nilai-nilai organisasi sejak dini.

Ia kemudian mengenang peringatan Satu Abad Muhammadiyah pada 2012 yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Saat itu, siswa-siswi SD Muhammadiyah Sokonandi mengikuti karnaval dengan mengenakan atribut berbagai organisasi otonom Muhammadiyah sebagai cara mengenalkan struktur dan gerakan persyarikatan kepada para siswa.

"Sejak dulu kami ingin anak-anak SD benar-benar mengenal organisasi otonom Muhammadiyah," katanya.

Cahyono menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruh sebuah organisasi. Sebagai organisasi kader, IPM harus terus bergerak agar mampu memberikan dampak yang luas bagi masyarakat.

Untuk membentuk kader yang militan dan berkemajuan, ia menekankan pentingnya tiga pilar utama, yakni iman, ilmu, dan amal.

Menurutnya, iman menjadi fondasi utama yang menguatkan tauhid sekaligus melahirkan semangat beribadah dan berjuang. Sementara ilmu menjadi bekal penting agar kader mampu menguasai pengetahuan dan teknologi sehingga dapat berkontribusi terhadap kemajuan umat.

"Umat Islam pernah mencapai masa kejayaan karena menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika Muhammadiyah ingin terus maju, maka kader-kader IPM juga harus menguasai ilmu pengetahuan," tuturnya.

Pilar terakhir adalah amal, yakni mewujudkan nilai-nilai keislaman dalam tindakan nyata. Ia menyebut keberadaan Amal Usaha Muhammadiyah menjadi bukti bahwa kekuatan iman dan ilmu harus bermuara pada kemanfaatan bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kesempurnaan iman juga tercermin melalui akhlak yang mulia. Karena itu, kader IPM tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang tinggi. Oleh karena itu, Cahyono mengajak seluruh kader IPM untuk terus menguatkan iman, memperluas ilmu, dan memperbanyak amal sebagai bekal melanjutkan perjuangan Muhammadiyah.

"Selamat Milad ke-65 IPM. Ini adalah usia yang matang bagi sebuah organisasi. Teruslah bergerak dan memberikan dampak bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah," pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow