PK IMM Dakwah UIN Yogya Diskusi Bersama Alumni: Bahas Soal Peluang dan Tantangan Konseling dalam Ber-IMM
YOGYA – Bulan Ramadan ini momentum yang tepat untuk saling merekatkan tali silaturahim. Inilah yang dilakukan Pimpinan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga melalui Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan menggelar Rubrik Berirama.
Acara yang berlangsung secara daring melalui Google Meet pada Ahad (16/3) pukul 20.30-22.00 WIB bersama Ahmad Shahab, S.Sos, Alumni PK IMM Fakultas Dakwah dan Komunikasi angkatan 2016 dari Prodi Bimbingan Konseling Islam. Ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan mempererat silaturahmi antar kader IMM.
Mengangkat tema "Peluang dan Tantangan Bimbingan Konseling dalam Dinamika IMM", diskusi yang dimoderatori oleh Akbar Ariantono Putra, salah satu anggota RPK berlangsung interaktif. Diskusi berlangsung seru dan memberikan wawasan baru bagi kader IMM dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Mas Shahab, demikian sapaan akrabnya membagikan berbagai informasi menarik dan perspektif yang bermanfaat bagi para peserta. Selain itu, dia juga menjelaskan secara rinci kiat-kiat berorganisasi yang baik, manajemen diri yang harus dilakukan agar semua amanah dapat dilaksanakan, kemampuan yang harus disiapkan sebagai bekal memasuki dunia kerja seperti negosiasi dan regulasi emosi, serta pengalamannya baik secara personal maupun organisasi.
Menurutnya, belajar tidak boleh berhenti pada bidang keilmuan jurusan kuliah yang diambil. Dunia kerja tidak selalu membutuhkan itu. Pelatihan, kursus, diskusi, volunteer, dan pendek kata aktif di luar kampus dalam kegiatan yang positif akan menambah nilai diri saat hendak memasuki dunia kerja.
Keseruan Rubrik Berirama ini benar-benar dirasakan oleh para peserta, salah satunya Mutia Alimatusifa selaku ketua Bidang Organisasi PK IMM Dakwah UIN Yogya. Diskusi ini, katanya, sangat seru dan pemateri sama sekali tidak pelit ilmu.
'Sbanget diskusi sama Mas Sahab, karena beliau nggak pelit ilmu, terutama di jenjang karier yang nantinya kita akan menuju masa itu,” Tukas Mutia.
“Menurutku, itu 'daging' banget, ya, materinya atau diskusinya, karena kita beneran di-spill gimana kita bisa percaya diri di depan orang yang status sosialnya lebih tinggi dari kita. Cara menghadapinya itu ilmu yang bisa diterapin juga di IMM," ungkap Mutia.
Rubrik sendiri itu adalah program ciri khasnya Riset dan Pengembangan Keilmuan, di mana orang-orang berdiskusi bersama demisioner atau alumni dengan tema-tema yang beragam. Dari situ, mereka mewadahi para kader untuk menjalin silaturahmi yang nantinya berguna juga buat kelanjutan komisariat, misalnya jadi pemateri, donatur, dan lain-lain. Tak lupa juga berbagi pengalaman baik di IMM maupun dunia kerja.
Hal yang sama, dirasakan juga oleh Ariqoh Fauziah, Sekretaris Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan PK IMM Dakwah UIN Yogya. Dia merasa gembira dan bersyukur dapat menyelenggarakan program kerja bidangnya ini. Pemaparan dari Mas Sahab yang sangat inspiratif dan membuat Ariqoh merasa lebih terhubung dengan IMM.
Ia berharap program kerja setiap bidang di lingkup Komisariat dapat berkelanjutan sampai akhir periode nanti, di samping itu bernilai manfaat bagi internal dan eksternal PK IMM Dakwah. Agar kader tetap istiqomah dan menjadi teladan bagi generasi selanjutnya, sinergi keilmuan dan keterampilan tetap perlu dikembangkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow