PK IMM Achmad Yani Luncurkan Tong Sampah Plastik di Kampus UNJAYA
YOGYA — Merespons situasi darurat sampah yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM AYANI) Achmad Yani pada Sabtu (21/6) menginisiasi dengan koloborasi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dan DPM untuk menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk Jogja Darurat Sampah dengan mengusung tema “Aktualisasi Hablum Minal Alam dalam Menghadapi Kondisi Jogja Saat ini.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyatukan kepekaan spiritual dan tanggung jawab ekologis dalam menjawab krisis lingkungan yang semakin mengancam ruang hidup masyarakat. Dalam penyelenggaraannya, kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi strategis dengan BEM Fakultas Ekonomi dan Sosial, BEM Fakultas Kesehatan dan BEM Fakultas Tekinik dan Teknik informasi di lingkungan UNJAYA, menandakan semangat sinergi kolektif mahasiswa dalam menjawab isu-isu kemanusiaan dan keberlanjutan alam.
Dalam seminar nasional tentang Jogja darurat Sampah kali ini mendatangkan narasumber yang luar biasa mulai dari akademisi, aktivis lingkungan dan aktivis muhammadiyah. Dr. Muhammad Zaki Mubarrak, S.H,. M.H. (Dosen Hukum UNJAYA), Rio Ananda Andriana (Founder Youthfel Indonesia), dan Andrian (Ketua Bidang Hikmah PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta).
Seminar ini digelar sebagai ruang refleksi dan edukasi publik terhadap kondisi pengelolaan sampah yang kian memburuk, utamanya pasca-kondisi darurat di TPA Piyungan dan melonjaknya volume sampah di berbagai wilayah padat penduduk Yogyakarta. Melalui pendekatan multidisipliner dan pemaknaan nilai-nilai keislaman, mahasiswa diajak untuk melihat krisis ini bukan semata sebagai masalah teknis, melainkan sebagai cerminan dari krisis kesadaran dan kepedulian terhadap alam.
Dalam konteks ini, konsep hablum minal alam atau hubungan manusia dengan lingkungan dikuatkan sebagai landasan etik dan spiritual untuk mendorong perubahan perilaku, baik secara individu maupun kelembagaan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran tong sampah plastik sebagai simbolisasi komitmen ekologis dari mahasiswa UNJAYA. Tong sampah yang mulai ditempatkan di Kampus Satu Unjaya ini menjadi awal dari gerakan memilah sampah dari sumbernya, serta mendorong terbentuknya budaya bersih dan sadar lingkungan di lingkungan kampus. Dengan desain yang edukatif dan ramah mahasiswa, kehadiran tong ini diharapkan tak hanya sebagai fasilitas fisik, namun juga sebagai pengingat kolektif akan tanggung jawab kita terhadap bumi yang terus terluka.
Ketua IMM Komisariat Achmad Yani, Muhamad Farid Supele menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tindakan sosial, tapi bagian dari nilai keimanan dan spiritualitas. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa hari ini perlu menjadi pelopor dalam membangun narasi ekologis berbasis nilai dan ilmu.
Senada dengan itu, Faturahman Djaguna Sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud konkret gerakan mahasiswa dalam mengemban amanah kemanusiaan dan keberlanjutan. Ia menekankan bahwa launching tong sampah bukan akhir dari gerakan ini, melainkan awal dari langkah-langkah transformatif menuju kampus hijau yang sadar lingkungan. Hidup tidak cukup hanya diri sendiri sebab alam yang kita hidupi bagian dari diri sendiri kita, Tegas Fatur Presma BEM UNJAYA.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa, dosen, aktivis lingkungan, dan organisasi eksternal. Harapannya dari ruang ini lahir gerakan berkelanjutan yang tidak hanya berhenti pada wacana, tapi menjelma menjadi aksi nyata yang berdampak luas. Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda memiliki kekuatan untuk menjadi motor perubahan dalam mengubah wajah kampus, kota, dan bumi yang lebih layak untuk generasi mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow