Pesan Ketua Umum PP IPM untuk IPM DIY: Jadilah 'Danau' yang Memberi Manfaat
SLEMAN — Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Dany Rahmat Muharram, menyampaikan pesan kuat kepada kader IPM Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV IPM DIY di BBGTK DIY, Sabtu (18/4).
Dalam sambutannya, Dany mengapresiasi penyelenggaraan Musywil serta peran strategis IPM DIY sebagai motor gerakan pelajar di tingkat nasional. Ia menyoroti capaian membanggakan, di mana sembilan kader terbaik IPM DIY berhasil masuk dalam jajaran Pimpinan Pusat IPM periode 2026-2028.
“Ini menjadi prestasi sekaligus motivasi bagi adik-adik semua, bahwa dari manapun kita berasal, ketika punya cita-cita dan mimpi, kita bisa sampai ke tingkat pimpinan pusat,” ujarnya.
Lebih jauh, Dany menyebut Yogyakarta sebagai “laboratorium gerakan pelajar” yang melahirkan berbagai gagasan dan pemikiran inspiratif bagi pelajar di seluruh Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa posisi strategis tersebut harus diiringi dengan arah gerakan yang jelas dan berdampak.
Untuk menggambarkan pilihan arah gerakan IPM, Dany mengangkat analogi fenomena alam di Palestina, yaitu Danau Galilea dan Laut Mati. Danau Galilea, menurutnya, menjadi simbol kehidupan karena airnya terus mengalir dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, Laut Mati menjadi simbol stagnasi karena tidak memiliki aliran kehidupan.
“Ikatan Pelajar Muhammadiyah tinggal memilih, mau menjadi danau yang terus mengalir, memberikan karya dan insight bagi pelajar, atau menjadi ‘Laut Mati’ yang stagnan dan hanya menikmati romantisme sejarah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya resonansi gerakan hingga ke tingkat ranting. Menurutnya, kehadiran IPM harus benar-benar dirasakan, tidak hanya oleh pelajar Muhammadiyah, tetapi juga pelajar secara umum.
“Berikan dampak, berikan kebermanfaatan. Pastikan kehadiran IPM itu nyata dirasakan,” imbuhnya.
Terkait Musywil, Dany menyebut forum ini sebagai ruang evaluasi sekaligus ajang merumuskan ide dan gagasan strategis untuk satu periode ke depan. Ia juga mengingatkan bahwa proses pemilihan kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi dengan kedewasaan.
Kepada calon PW IPM DIY terpilih, ia berpesan agar mampu menjadi “algoritma pelajar” yang membawa dampak luas, khususnya di dunia pendidikan. Sementara bagi kader yang belum mendapatkan amanah, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan tetap berkontribusi dalam gerakan.
“Integritas kawan-kawan sedang diuji. Apakah tetap membersamai IPM atau justru berhenti berkarya?” katanya.
Menutup sambutannya, Dany menegaskan pentingnya keselarasan visi antara IPM di seluruh Indonesia dengan pimpinan pusat. Ia mengajak seluruh kader untuk menguatkan komitmen dalam membumikan gerakan dan mencerdaskan semesta.
“Belajar itu harus melangit dalam pemikiran, tetapi membumi dalam gerakan,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow