Pertama Kali! Ada Pemeriksaan Kucing Gratis di Pengajian Akbar Muhammadiyah Depok Sleman

Pertama Kali! Ada Pemeriksaan Kucing Gratis di Pengajian Akbar Muhammadiyah Depok Sleman

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN – Kader muda Muhammadiyah memang dikenal sangat jeli dalam melihat peluang untuk memperluas lahan dakwahnya. Ini dicontohkan oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) KH. Sudja’ Universitas Gadjah Mada dengan mengadakan Pemeriksaan Kucing Gratis pada Ahad (4/5).

Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan Pengajian Akbar dan Silaturahim Warga Muhammadiyah Cabang Depok di Masjid Jenderal Sudirman. Pemeriksaan dilakukan di salah satu ruang kelas SMP Muhammadiyah 3 Depok, diikuti warga Muhammadiyah dan masyarakat umum yang membawa kucing peliharaannya masing-masing.

Pemeriksaan kucing ini merupakan bagian dari gerakan One Health yang digaungkan PK IMM KH Sudja’ UGM. One Health merupakan paradigma untuk mengkolaborasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan, di mana semua aspek itu berkesinambungan. 

“Kegiatan ini diinisiasi teman-teman PK IMM KH Sudja’ UGM yang berada di klaster Medika Veteriner (Kedokteran Hewan). Ini penting karena kesehatan hewan itu berhubungan dengan kesehatan manusia, seperti zoonosis yang contohnya adalah Covid-19,” kata Afghan Azka Falah, Ketua Umum PK IMM KH Sudja’ UGM. 

Pemeriksaan kucing gratis ini bekerja sama dengan My Hero, salah satu klinik yang dikelola oleh drh. Imam Abror, Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DI Yogyakarta. Kucing-kucing yang menjadi pasien dilayani dengan baik oleh para dokter hewan yang sedang menempuh magister di UGM, ada yang merupakan lulusan IPB, UNPAD, bahkan terdapat juga mahasiswa Teknologi Veteriner Sekolah Vokasi UGM.

Saat menjalani pemeriksaan, para dokter dan paramedis mendengar dulu keluhan dari pemilik, lalu mencatat identitas hewan, kemudian ditimbang dan setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik. Bila terdapat gejala atau kondisi mengkhawatirkan dari kucing, dokter memberi rekomendasi pengobatan untuk kucing. 

Ada 10 kucing yang menjadi pasien, bahkan ada satu pengunjung yang membawa banyak kucingnya untuk diperiksa. Layanan yang disediakan ada pemberian vitamin atau obat cacing, klinik umum, dan menanyakan mempersiapkan untuk sterilisasi. Pengunjung tampak puas dan antusias, banyak yang mendokumentasikan dan mempromosikannya ke grup-grup WhatsApp.

“Mereka sangat terbantu, senang sekali bisa ada pemeriksaan gratis, takjub karena pengajian lain belum ada yang seperti ini,” ujar Afghan.

Kegiatan Ini adalah pilot project untuk mengetahui apakah warga Muhammadiyah di Depok punya potensi pengembangan amal usaha di klinik hewan. Apalagi, kesehatan hewan masih belum digaungkan, baik di PKU maupun MPM. Kalau pun ada, masih terbatas di hewan ternak, belum kepada hewan peliharaan atau kesayangan yang padahal ada di kehidupan sehari-hari.

“Insya Allah, kami coba pertimbangkan untuk lanjut (pemeriksaan kucing gratis). Dengan adanya syiar pertama ini, semoga ada kesadaran dan membawa hewan peliharaannya untuk mengaji dan diperiksa,” harapnya. 

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak. Mulai dari dokter hewan yang ikut serta dalam pemeriksaan kucing ini, seperti drh. Intan turut mendukung untuk pemeriksaan bisa dilaksanakan secara rutin. Ini penting untuk mengetahui penyakit dini dari kucing, bahkan kucing yang sehat juga perlu pemeriksaan rutin. 

Apalagi di musim pancaroba ini, kucing juga rawan terkena virus macam panleukopenia (FPV) serta dapat menular ke manusia melalui urin, feses, dan cairan hidungnya. Serta penyakit umum lainnya seperti diare, flu, dan cacingan.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Ke depannya, bisa dijadwalkan secara teratur, supaya jamaah tidak lupa bawa kucingnya saat pengajian. Dengan pemeriksaan ini, masyarakat yang punya kucing jadi sangat terbantu, tidak hanya untuk hewan sakit, hewan sehat juga perlu diperiksa,” ucap drh. Rahma yang juga ikut memeriksa kucing.

Beberapa tips diberikan, salah satunya terkait kebersihan kandang kucing. Kandang kucing dibersihkan dengan rutin dan jika kucing mati oleh virus harus menggunakan desinfektan. Sementara untuk tempat makannya dicuci tiga kali.

“Jangan lupa vaksinasi itu penting, terutama untuk anak-anak kucing yang selepas menyusui. Kucing dewasa yang sehat juga tetap divaksin,” jelas Afi, Mahasiswa Koas Kedokteran Hewan UGM.

Para pengunjung bersama kucingnya memberikan respon positif terhadap pemeriksaan kucing gratis dari PK IMM KH Sudja’ UGM. Mereka mendapatkan pelayanan yang ramah dan dokter hewan memberikan saran yang bagus untuk pemilik kucing.

“Pelayanannya ramah. Dokter kasih saran sebaiknya setelah pemeriksaan, hewannya jangan intens sama manusia dan hewan lain, takutnya nanti terjangkit, ada saran juga terkait pola makan dan minum. Sering-sering adakan kegiatan ini karena kami sangat membutuhkan, kalau bisa untuk hewan lain seperti hamster,” kata Lina yang ditemani kucingnya bernama Gio.

Apresiasi lainnya datang dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok, H. Muhammad Ichsan, S.E., M.M. Menurutnya, kegiatan ini adalah bentuk kejelian dari para kader Muhammadiyah dalam melihat peluang.

“Luar biasa, baru kali ini ada kegiatan pengajian yang membuka pemeriksaan kucing. Inilah kejelian warga Muhammadiyah Depok dalam melihat peluang, siapa tahu PCM bisa mendirikan poliklinik hewan,” tuturnya saat memberikan sambutan di pengajian akbar.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    4
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow