Penuh Ketegangan Emosional dan Berjalan Dinamis, Musyda XXII IMM DIY Berakhir dengan Epilog Manis
YOGYAKARTA — Musyda XXII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi rampung dan ditutup pada Sabtu malam (13/12). Sejak dibuka pada Kamis (11/12), seluruh peserta baik dari Dewan Pimpinan Daerah IMM DIY maupun Pimpinan Cabang dan Komisariat IMM se-DIY bermusyawarah serta berdialektika untuk menentukan arah gerakan ataupun visi dari IMM DIY pada periode berikutnya, hingga terpilihnya Mayda Dwi Hadiyanti sebagai Immawati pertama yang memimpin DPD IMM DIY bersama 12 formatur terpilih menjadi epilog manis untuk Musyda XXII.
Baik ketua umum maupun formatur terpilih merupakan kader terbaik yang diutus Pimpinan Cabang IMM se-DIY untuk meneruskan estafet kepemimpinan DPD IMM DIY di periode berikutnya. Hal itu diamini oleh Muhammad Taufiq Firdaus, Ketua Umum DPD IMM DIY periode 2023-2025 yang resmi demisioner bersama koleganya.
"(Ketua umum dan formatur terpilih) adalah kader terbaik yang dihasilkan dari dinamika Musyda yang dinamis. Ada banyak rekomendasi dan gagasan yang dibangun secara kolektif, bahkan dimulai dari internal cabang menentukan ide dan gagasan serta calon ketua Umum dan formatur yang akan maju. Tentunya, ini musyawarah penuh tantangan dan dinamika yang luar biasa," ucap Daus -sapaan akrabnya.
Pertemuan ketua umum dan formatur, kata Daus, menjadi ujian yang pertama dalam merajut mimpi bersama di DPD IMM DIY. Tentunya, dengan program yang harus dilaksanakan dan dieksekusi, serta ide dan gagasan diterjemahkan dalam berbagai bentuk.
Terlebih, dengan berbagai tantangan yang menanti, seperti arus informasi cepat yang bahkan tak semua orang bisa menyaringnya, kemudian gerakan mahasiswa yang kadang bisa dikooptasi oleh kepentingan elit dan golongan tertentu. Di sinilah, kekuatan DPD IMM DIY yang bermodalkan intelektual dan sosial diuji, namun Daus yakin bahwa meskipun IMM DIY memiliki cabang yang sedikit, tapi soal kualitas keilmuan, kader IMM DIY adalah yang terbaik.
"Harapan saya, ketua umum yang baru dan jajarannya nanti bisa melaju dengan mulus tanpa hambatan supaya tidak ada lagi konten 'garis lucu'. Bisa berjalan dengan solid dan penuh visi, tentunya ini harus dibangun dengan secara kolektif tanpa saling menjatuhkan satu sama lain," harap Daus yang diakhir sambutannya memohon maaf bila ada ucapan dan perbuatan yang menyinggung selama periodenya.
Sementara itu, Muhammad Akmal Ahsan selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM bidang Riset dan Teknologi mengapresiasi DPD IMM DIY atas terselenggaranya Musyda XXII yang menurutnya dinamis dan penuh ketegangan emosional sekaligus mengucapkan selamat kepada Mayda Dwi Hadiyanti sebagai ketua umum terpilih dan Taufiq Firdaus yang menuntaskan amanahnya di akhir periode.
"Selamat demisioner kepada Ketua Umum Taufiq Firdaus yang sudah menahkodai IMM DIY dengan mengalami begitu banyak hambatan selama kepemimpinannya. Selamat juga kepada Immawati Mayda, semoga di bawah kepemimpinannya DPD IMM DIY tidak bangkrut," ujarnya dengan nada jenaka.
Ketua Umum DPD IMM DIY periode 2021-2023 itu berharap seluruh dinamika dan ketegangan pada Musyda ini dijadikan ibrah untuk mewujudkan visi IMM DIY sebagai poros aktivisme. Menurutnya, itu bisa dicapai jika IMM DIY bisa menjalankan kepemimpinan komunikatif, artinya terbuka untuk bicara dengan siapapun.
Kepemimpinan komunikatif dijalankan, tetapi pada saat yang sama harus menjadi basis rasionalitas, serta pada saat yang sama harus menjadi praksis gerakan dan berorientasi pengabdian kepada Allah SWT. Inilah yang harus menjadi nafas gerakan IMM DIY agar kader-kadernya tahan mental.
Selain itu, susunan formasi dalam struktur kepemimpinan nantinya harus disisi tiga elemen dasar. Pertama harus ada unsur man of idea atau pemikir yang bisa merancang visi. Kedua, ada man of action mengoptimalkan dan mengaktualkan ide dari si pemikir. Ketiga, ada man of acting dengan perannya untuk mengingatkan mana yang benar dan salah maupun baik dan buruk. Ketiga hal Itu, menurutnya, berlaku juga untuk seluruh tingkatan IMM, dan Akmal percaya Mayda bersama kolega bisa merancangnya dengan adil dan seimbang
Tak kalah pentingnya, Akmal mengingatkan agar ide dan gagasan yang disampaikan Pimpinan Cabang IMM se-DIY dijadikan dasar intelektual untuk membangun organisasi. "Tentunya harus dijalankan dan dioptimalkan dengan baik, bukan sekadar tumpukan ide kosong yang dibiarkan berdebu," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow