Pengajian Ahad Kliwon PCM Sleman Perkuat Kaderisasi dan Wakaf Produktif
SLEMAN — Pengajian Rutin Ahad Kliwon yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sleman pada Ahad (12/7) berlangsung istimewa. Bertempat di Gedung Dakwah dua lantai milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Caturharjo, kegiatan ini dirangkai dengan pengukuhan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul 'Aisyiyah Caturharjo, serta penyerahan tiga sertifikat tanah wakaf di lingkungan PRM Caturharjo dan PRM Sleman.
Ketua PRM Caturharjo, Suparyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh aset wakaf tersebut telah dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah dan pemberdayaan umat. Dua bidang tanah telah digunakan sebagai Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) dan tempat pengajian, sedangkan satu bidang lainnya berupa sawah produktif seluas 1.019 m² yang telah ditanami padi dan dijadwalkan memasuki panen perdana dalam dua pekan mendatang.

"Alhamdulillah, seluruh tanah wakaf telah dimanfaatkan. Kami berharap aset-aset ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi amal jariyah bagi para wakif," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCM Sleman, Zahrul Mufrodi, menekankan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, membangun kerja sama, dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat melalui Muhammadiyah.
Menurutnya, keberadaan organisasi otonom di tingkat ranting menjadi sarana strategis dalam menyiapkan kader-kader penerus Persyarikatan. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah wakaf agar dikelola secara produktif sehingga manfaatnya semakin luas dan pahala jariyahnya terus mengalir kepada para wakif, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Pengajian menghadirkan Wakil Sekretaris PWM DIY sekaligus dosen Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Farid Setiawan, M.Pd.I. sebagai penceramah. Ia mengapresiasi PCM Sleman beserta seluruh ranting yang dinilainya istiqamah menyiapkan generasi penerus dakwah Muhammadiyah.
Dalam tausiyahnya, Farid mengutip Surah An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan umat Islam agar tidak meninggalkan generasi yang lemah. Menurutnya, ayat tersebut menjadi landasan penting bagi Muhammadiyah untuk terus membina kader, memperkuat pendidikan, dan mempersiapkan generasi yang beriman, berilmu, serta mampu melanjutkan perjuangan dakwah Persyarikatan.
Selain pembinaan kader, Farid juga mendorong pengembangan wakaf produktif sebagai salah satu pilar kemandirian organisasi. Dengan pengelolaan yang baik, aset wakaf tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mampu menopang berbagai program dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial Muhammadiyah secara berkelanjutan.
Pengajian Ahad Kliwon ditutup dengan penyampaian sejumlah informasi kepada jamaah, di antaranya ajakan untuk istiqamah mengikuti Pengajian Rutin PCM Sleman setiap Rabu malam di Masjid Al Hikmah Murangan. PCM Sleman juga mengumumkan bahwa Pengajian Ahad Kliwon berikutnya akan diselenggarakan oleh PRM Tridadi.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow