Pembinaan Regional LP2 PP Muhammadiyah: PesantrenMu Jawa Tengah Berbenah Menjawab Zaman
TEMANGGUNG — Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pembinaan Pesantren Muhammadiyah (PesantrenMu) se-Eks Karesidenan Kedu dan Banyumas pada Jumat (9/1) di Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (ALMATERA), Temanggung. Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis LP2 PP Muhammadiyah dalam memperkuat mutu, tata kelola, serta konsolidasi ideologis PesantrenMu di Jawa Tengah.
Pembinaan regional ini merupakan rangkaian kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan di Pekalongan dan Kudus, serta akan ditutup di Klaten. Fokus utamanya adalah memastikan Pesantren Muhammadiyah tetap unggul secara kelembagaan, profesional dalam pengelolaan, dan kokoh dalam nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Dr. KH. Maskuri, M.Ed., menegaskan bahwa Pesantren Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan kaderisasi ulama-intelektual. Menurutnya, pesantren harus mampu mengintegrasikan keilmuan, spiritualitas, dan pengabdian sosial secara seimbang.
“Pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar PesantrenMu tetap bermutu, profesional, dan istiqamah dalam koridor ideologi Muhammadiyah,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, Drs. KH. Makmun Pitoyo, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Pesantren ALMATERA sebagai tuan rumah. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kelembagaan pesantren, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antarpesantren Muhammadiyah lintas daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua LP2 PWM Jawa Tengah, KH. Ahmad Mardawis, SE., MBA., menyampaikan bahwa pembinaan regional merupakan ikhtiar kolektif agar Pesantren Muhammadiyah tumbuh unggul secara akademik, kokoh secara ideologis, dan tertata secara profesional. Pesantren, menurutnya, dituntut adaptif terhadap tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kemuhammadiyahan.
Ketua Dewan Pakar Pesantren Muhammadiyah, KH. Dr. (HC). Habib Chirzin, turut mengulas tantangan dan peluang Pesantren Muhammadiyah di tengah dinamika pendidikan dan dakwah era modern. Ia menekankan pentingnya inovasi, kemandirian, serta keberanian merespons perubahan zaman dengan tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama.
Pandangan serupa disampaikan Mudir Pesantren Muhammadiyah Daarul Ulum Majenang, Cilacap, Kyai Aly Syahbana, SE., MM. Ia menilai forum pembinaan ini sebagai suntikan energi baru bagi gerak Pesantren Muhammadiyah. “Kegiatan seperti ini penting untuk memompa semangat juang para penggerak PesantrenMu, sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan berbagi gagasan,” ujarnya.
Ketua LP2 PDM Cilacap, KH. Masbur Ma’mur, Lc., S.Ag., menambahkan bahwa pembinaan PesantrenMu merupakan ruang strategis untuk menyatukan visi, memperkuat militansi ideologis, serta mengonsolidasikan gerakan pesantren Muhammadiyah agar terus dinamis dan berperan sebagai pusat peradaban Islam berkemajuan.
Pembinaan ini diikuti oleh 10 Ketua LP2 PDM serta 64 mudir dan direktur Pesantren Muhammadiyah dari 10 kabupaten/kota. Melalui kegiatan ini, LP2 PP Muhammadiyah berharap PesantrenMu di wilayah Kedu dan Banyumas semakin solid, profesional, berdaya saing, serta kian meneguhkan perannya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan kaderisasi umat Islam berkemajuan.
(Tarqûm Aziz — JurnalisMu Banyumas Raya)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow