BERLIN-Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mewakili Muhammadiyah menjadi pembicara dalam sesi keempat forum dialog internasional untuk kedamaian antar agama dan budaya ‘Sant’Egidio 2023’ dengan pemaparan materi: Children’s Rights: a Responsibility of Adults (11/9). 

Dalam pemaparannya, Mu’ti berpendapat bahwa dunia di masa depan, akan sepenuhnya berada di genggaman generasi muda sekarang ini. Maka dalam mempersiapkan mereka nantinya, kaum dewasa, orang tua, masyarakat dan pemerintah harus menyediakan dunia yang ideal dengan tindakan yang bertanggung jawab, supportif, dan menjamin hak mereka untuk menjadi pribadi berkualitas.

“Kualitas anak ditentukan oleh bagaimana orang dewasa menunaikan tanggung jawabnya dalam mengasuh anak. Anak-anak kita adalah masa depan kita,” pesannya seraya mengutip Surat Al-Anbiya ayat 105. 

Kualitas generasi muda di zaman ini tak lepas dari bagaimana meraka merasakan pengalaman hidupnya. Agar mereka menjadi pribadi yang berkualitas di masa depan, tutur Mu’ti, paling tidak ada 25 hak dasar anak yang harus dipenuhi. Hak-hak ini berdasar Konvensi UNICEF, antara lain: 

1. Kelangsungan hidup; 2. Nama dan kewarganegaraan; 3. Identifikasi; 4. Menjaga keutuhan keluarga; 5. Kontak dengan orang tua lintas negara; 6. Perlindungan terhadap penculikan; 7. Menghormati pandangan; 8. Berbagi pemikiran; 9. Kebebasan beragama dan berpikir; 10. Mendirikan atau bergabung dalam kelompok; 11. Perlindungan privasi; 12. Akses terhadap informasi; 13. Akses terhadap pendidikan yang baik; 14. Perlindungan dari kekerasan; 15. Perlindungan dari obat-obatan berbahaya; 16. Perlindungan dari kekerasan seksual; 17. Perlindungan dari eksploitasi; 18. Perlindungan terhadap penjualan dan perdagangan orang; 19. Perlindungan dalam perang; 20. Pemulihan dan reintegrasi; 21. Bantuan hukum dalam penahanan dan pidana; 22. Bantuan sosial dan ekonomi; 23. Pangan, sandang, dan simpanan rumah; 24. Istirahat, budaya, seni, dan bermain; dan 25. Menghormati penggunaan dan ekspresi bahasa, budaya, dan agamanya sendiri.

Agar ke-25 hak ini bisa dipenuhi, perlu adanya kolaborasi dan kerja sama yang baik antara empat pihak yang disebutkan di awal. Kerjasama dan kolaborasi tersebut akan menciptakan iklim yang baik dan memberikan pengalaman berarti bagi tumbuh kembang generasi muda. Dan Muhammadiyah, menurut Mu’ti, telah ikut serta mewujudkan peran sertanya sebagai sebuah ekosistem masyarakat. 

Masyarakat bertanggung jawab menjadi sebuah keluarga besar bagi generasi muda. Masyarakat seharusnya bisa membantu anak-anak yang tidak mempunyai orang tua, terlantar dari keluarga dengan memberikan kepada mereka tempat tinggal, peran seorang wali, bantuan advokasi sosial dan hukum, serta menjamin tidak adanya diskriminasi dalam bentuk apapun.

Muhammadiyah sejauh berdiri hingga sekarang telah melaksanakan perannya sebagai ekosistem masyarakat dengan sangat baik, kata Mu’ti. Peran itu terbukti  dengan pengelolaan lebih dari 600 panti asuhan yang diperuntukkan bagi anak-anak tunawisma, yatim-piatu, dan mereka yang rentan. Dan peran itu tak terbatas hanya di Indonesia. Melintasi batas-batas negara, Muhammadiyah juga menyediakan sekolah dan tempat penampungan bagi anak-anak pengungsi Palestina di Beirut.

Lebih lanjut, lewat program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) Muhammadiyah bekerja sama dengan lembaga internasional berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh kepada anak-anak di seluruh dunia. Komitmen ini, kata Mu’ti, didasari atas ajaran islam dan tanggung jawab sosial yang melekat pada diri Muhammadiyah.

“Muhammadiyah sangat peduli dan berkomitmen dalam membina anak sebagai bagian dari tanggung jawab ajaran Islam dan tanggung jawab sosial,” tegas Mu’ti di dalam forum.

Forum Sant’Egidio 2023 sendiri digelar pada 10-12 September 2023, di Berlin, Jerman. Selain Mu’ti ada perwakilan Indonesia lain yang hadir, ialah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan direktur Wahid Institute sekaligus aktivis Nahdlatul Ulama, Yenny Wahid.

 

 

Berita ini disadur mediamu.com dari muhammadiyah.or.id dengan artikel berjudul Di Depan Forum Dunia, Abdul Mu’ti Jelaskan Kiprah Muhammadiyah Menjamin Masa Depan Anak-anak