PCM Sleman Perkuat Tata Kelola Organisasi melalui Workshop SiCara, NotulenMu, dan SiMasMu

PCM Sleman Perkuat Tata Kelola Organisasi melalui Workshop SiCara, NotulenMu, dan SiMasMu

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sleman bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar workshop Sistem Informasi Cabang Ranting (SiCara), NotulenMu, dan Sistem Informasi Masjid Muhammadiyah (SiMasMu).

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Ahad (6/9), tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat digitalisasi dan tata kelola organisasi Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.

Workshop diikuti 40 peserta yang terdiri atas perwakilan Muhammadiyah dan organisasi otonom (ortom) di tingkat cabang dan ranting, serta pengelola masjid-masjid di lingkungan Cabang Sleman. Hadir sebagai narasumber Ustaz Taswan Musaba dan Imam Al Fatiri.

Ketua PCM Sleman, Zahrul Mufrodi, dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa pemanfaatan SiCara memiliki sedikitnya tiga aspek penting bagi penguatan organisasi.

Pertama, sebagai basis data terintegrasi yang menyediakan informasi mengenai kepengurusan, amal usaha, hingga kondisi fisik masjid dan musala dari tingkat ranting, cabang, hingga nasional.

Kedua, untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas dengan membangun ekosistem organisasi yang berbasis data sehingga dapat membantu proses pengambilan kebijakan.

Ketiga, sebagai bagian dari upaya menciptakan tertib organisasi. Menurut Zahrul, tertib administrasi dan pengelolaan data dapat menjadi salah satu tolok ukur kemajuan sekaligus memperkuat konsolidasi gerakan Muhammadiyah hingga tingkat paling bawah.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pendampingan teknis mengenai pengisian dan pengelolaan data melalui tiga sistem terpadu. Dengan dipandu Taswan Musaba dan Imam Al Fatiri, peserta mempraktikkan penggunaan masing-masing platform sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Materi SiCara mencakup pengisian data organisasi, pendataan amal usaha dan berbagai kegiatan, serta pengelolaan organisasi berbasis data. Peserta juga mempelajari bagaimana membangun ekosistem tata kelola cabang dan ranting yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, SiMasMu digunakan untuk mendukung pendataan identitas dan pengelolaan masjid, termasuk informasi mengenai program keagamaan dan dakwah. Adapun NotulenMu diperkenalkan sebagai sarana pencatatan rapat secara digital yang dapat membantu pimpinan memonitor pelaksanaan dan kinerja organisasi.

Workshop ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus memanfaatkan platform digital tersebut secara konsisten. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun organisasi Muhammadiyah yang lebih tertib, transparan, dan berbasis data.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow