PCM Kalasan Blusukan ke PRM Purwo Utara, Dengar Permasalahan dan Dorong Kemajuan Dakwah Muhammadiyah

PCM Kalasan Blusukan ke PRM Purwo Utara, Dengar Permasalahan dan Dorong Kemajuan Dakwah Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalasan mengadakan Kunjungan Silaturahim (Kunsiroh) ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Purwo Utara pada Rabu, 5 Februari 2025, bertempat di Gedung PAUD/TPA Bayen, Purwomartani, Kalasan. Kegiatan ini dimulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., serta jajaran pengurus lainnya, termasuk Drs. Sugiyanto, M.Si., Sumaryatin, M.Pd., Iswanto, M.Pd., Supriyana, S.Pd., Catur Wibisana, dan Miskam. Rombongan PCM diterima langsung oleh pengurus PRM Purwo Utara, yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, serta beberapa anggota majelis dan bidang.

Tujuan Kunsiroh: Konsolidasi dan Evaluasi Dakwah Muhammadiyah

Dalam sambutannya, H. Sunandar, S.Psi. menjelaskan bahwa Kunsiroh merupakan program PCM Kalasan yang telah disepakati dalam rapat mingguan setiap Selasa sore. Program ini bertujuan untuk:

  1. Mempererat hubungan antara PCM dan PRM di seluruh wilayah Kapanewon Kalasan.
  2. Menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi untuk mendengar secara langsung kondisi nyata dakwah Muhammadiyah di masyarakat.
  3. Mewujudkan harmonisasi program dakwah Muhammadiyah yang lebih menggembirakan dan tepat sasaran.

Sunandar meyakini bahwa pertemuan rutin seperti ini akan melahirkan gagasan dan ide cemerlang untuk memajukan Muhammadiyah, baik di tingkat cabang maupun ranting. “Ber-Muhammadiyah itu intinya rapat, ngaji, rapat, ngaji. Insya Allah, akan banyak menebarkan manfaat dan kemaslahatan bagi umat,” tegasnya.

PRM Purwo Utara: Tantangan dan Dinamika Dakwah Muhammadiyah

Ketua PRM Purwo Utara, Wisnu Gesang, menyambut baik kunjungan PCM Kalasan dan menjadikannya sebagai media diskusi serta bertukar gagasan dalam pengembangan dakwah Muhammadiyah di wilayah Purwomartani Utara.

Meski demikian, ia mengakui bahwa PRM Purwo Utara menghadapi sejumlah tantangan dan dinamika pergerakan persyarikatan, di antaranya:

  1. Masalah pendanaan – Selama ini, kegiatan dakwah hanya mengandalkan sedekah pengurus, yang jumlahnya masih terbatas.
  2. Kekompakan pengurus – Masih perlu ditingkatkan agar lebih solid dalam menjalankan program dakwah.
  3. Minimnya dukungan dari warga Muhammadiyah – Khususnya mereka yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tetapi kurang aktif dalam kegiatan ranting.
  4. Kendala dalam pencarian narasumber pengajian – Sulit mendapatkan penceramah untuk acara pengajian rutin.
  5. Pengambilalihan pengelolaan masjid wakaf Muhammadiyah oleh organisasi lain – Fenomena ini menjadi tantangan serius dalam menjaga aset Muhammadiyah.

Sekretaris PRM Purwo Utara, Sriyana, menambahkan bahwa wilayah Bayen memiliki sejarah panjang dalam perjuangan Muhammadiyah, bahkan sejak sebelum kemerdekaan RI. Oleh karena itu, perkembangan dakwah Muhammadiyah yang mengalami pasang surut terkadang menjadi kebanggaan, tetapi juga menimbulkan keprihatinan.

Solusi dan Rekomendasi dari PCM Kalasan

Menanggapi berbagai permasalahan yang disampaikan oleh PRM Purwo Utara, jajaran pengurus PCM Kalasan memberikan beberapa saran dan solusi strategis, antara lain:

Strategi Pendanaan

  1. Menjalin kerja sama dengan masjid-masjid di Purwo Utara dalam penyelenggaraan Salat Idul Fitri dan Idul Adha, sehingga PRM bisa mendapat dana infak sebagai bentuk sharing pendanaan.
  2. Menggalakkan infak rutin dan mencari donatur tetap untuk mendukung kegiatan dakwah.

Menjaga Aset Wakaf Muhammadiyah.

  1. Fenomena pengambilalihan masjid wakaf Muhammadiyah sering terjadi karena kurangnya perhatian Muhammadiyah dalam mengelola masjid tersebut.
  2. PCM dan PRM harus hadir secara aktif untuk mendampingi masyarakat sekitar masjid.
  3. Jika terdapat indikasi pengambilalihan, perlu dilakukan pendekatan humanistik kepada tokoh-tokoh berpengaruh untuk mengingatkan bahwa masjid tersebut adalah wakaf Muhammadiyah.
  4. Memasang identitas khas Muhammadiyah di masjid, seperti plang nama, kalender Muhammadiyah, jam dinding berlogo Muhammadiyah, dan teks khotbah Jumat.

Mengatasi Krisis Narasumber Pengajian

  1. PCM Kalasan akan menyusun database ustadz Muhammadiyah di wilayah Kalasan, lengkap dengan alamat dan kontak.
  2. Data ini akan dikoordinasikan dengan masjid-masjid wakaf Muhammadiyah agar lebih mudah mengakses penceramah.
  3. Menyusun teks khotbah Jumat sebagai panduan bagi masjid-masjid Muhammadiyah.

Peningkatan Fasilitas Pengajian

  1. Dalam pengajian akbar yang digelar di tempat terbuka, seperti lapangan, sering kali sound system kurang memadai.
  2. PCM akan mengupayakan penyediaan tiga perangkat sound system yang terdistribusi di depan, tengah, dan belakang, sehingga seluruh jamaah dapat mendengar dengan jelas.

Meningkatkan Partisipasi Warga Muhammadiyah

  1. PCM Kalasan memiliki media pembinaan rutin untuk karyawan AUM, yang digelar sebulan sekali dengan tingkat kehadiran 95%.
  2. Media ini bisa dimanfaatkan untuk mendorong karyawan AUM agar aktif dalam kegiatan dakwah di lingkungannya.

Meneguhkan Dakwah Muhammadiyah yang Solutif dan Menggembirakan

Kegiatan Kunsiroh PCM Kalasan ke PRM Purwo Utara menjadi ajang penting dalam membangun komunikasi, mendengar aspirasi, serta mencari solusi terbaik bagi perkembangan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting.

Sebagai penutup, PCM Kalasan mengajak seluruh jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah untuk bergandengan tangan, saling menguatkan, dan mewujudkan dakwah Muhammadiyah yang solutif serta menggembirakan. “Semoga lelah kita menjadi lillah, semata-mata mengharap ridho Allah SWT,” tutupnya.

Kontributor: H. Sarno R. Sudibyo, M.Pd./MPI PCM Kalasan | https://pcmkalasan.or.id

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow