PCA Kalasan Gelar Program Pengelolaan Sampah: Dorong Gerakan Ramah Lingkungan

PCA Kalasan Gelar Program Pengelolaan Sampah: Dorong Gerakan Ramah Lingkungan

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN – Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Kalasan melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) menyelenggarakan program pengelolaan sampah pada Selasa (23/9) di Ruang Rapat Sumanggem Lantai 2 Kapanewon Kalasan. Kegiatan ini diikuti pengurus dan anggota 'Aisyiyah se-Kapanewon Kalasan, termasuk para guru PAUD dan TK.

Ketua LLHPB PCA Kalasan, Hj. Tri Lestari, menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kapanewon Kalasan melalui Kepala Jawatan Sosial, Budi Santoso, S.IP. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat untuk menjaga bumi agar lebih lestari,” harapnya.

Ketua PCA Kalasan, Fatmah Ismiyati, mengapresiasi kiprah LLHPB yang dinilainya aktif bahkan lebih menonjol dibanding tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa 'Aisyiyah merupakan salah satu pihak yang paling cepat merespons penutupan TPA Piyungan dengan menggelar pelatihan, bimtek, dan sosialisasi pengelolaan sampah kepada warga.

“Khususnya tentang pemilahan sampah dapur yang bisa diberdayakan menjadi produk bermanfaat, seperti pupuk, sabun, hingga minuman kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, 'Aisyiyah Kalasan juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kapanewon Kalasan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga komunitas lain.

“Dengan adanya beragam kegiatan, diharapkan anggota 'Aisyiyah bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Fatmah.

Panewu Kalasan, Samino, S.IP., M.Ec.Dev., turut menyampaikan apresiasinya. Ia menegaskan pemerintah akan mendukung penuh kegiatan 'Aisyiyah dalam bidang lingkungan.

“Kami berterima kasih atas kontribusi 'Aisyiyah. Pemerintah Kapanewon Kalasan akan selalu mendukung, terlebih program yang sejalan dengan upaya pengelolaan sampah menuju zero waste,” ungkapnya.

Sebagai narasumber, Endah Widarningsih, Ketua PSM Bima Jaya Mandiri sekaligus pimpinan LLHPB PCA Kalasan, memberikan pelatihan teknis pengolahan sampah organik. Ia menjelaskan pentingnya penanganan sampah organik yang cepat membusuk bila tidak segera diolah.

Menurutnya, sampah organik bisa dijadikan kompos, dikubur langsung, difermentasi, atau diolah menjadi produk seperti Eco Enzyme, Juspro, hingga Biowash.

Endah memaparkan, Eco Enzyme dibuat dari campuran kulit buah, molase, dan air dengan perbandingan 1:3:10, difermentasi selama 90 hari. Produk ini bisa digunakan langsung atau diolah menjadi turunan seperti hand sanitizer dan sabun ramah lingkungan dengan tambahan bahan Metil Ester Sulfonat (MES).

Selain itu, ia juga mengenalkan Juspro, minuman kesehatan hasil fermentasi buah segar dengan tambahan probiotik Promic selama 72 jam. Sedangkan Biowash dibuat dari campuran Promic, kulit buah, dan air, difermentasi selama tiga hari untuk menghasilkan sabun organik.

Dengan adanya program ini, PCA Kalasan meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan solusi ramah lingkungan sekaligus mengedukasi warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara bijak dan berkelanjutan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow