Musycab XLIII IMM Surakarta: Melacak Kembali Perjalanan Gerakan Mahasiswa Muhammadiyah

Musycab XLIII IMM Surakarta: Melacak Kembali Perjalanan Gerakan Mahasiswa Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

SURAKARTA — Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XLIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surakarta resmi digelar pada Rabu (11/6) di Pendapi 
Gedhe Sala. Acara ini merupakan forum penting yang diadakan sebagai upaya untuk memperkuat visi, misi, dan langkah strategis IMM dalam menghadapi tantangan dan dinamika yang ada di lingkungan mahasiswa Muhammadiyah saat ini yang dihadiri oleh kader-kader PC IMM Kota Surakarta, PC IMM Sukoharjo, PC IMM Klaten, serta dihadiri pula oleh DPD IMM Jawa Tengah dan Forkompimda Kota Surakarta. 

Adapun tema yang dibawakan pada musycab kali ini mengusung tema: “Kilau Jejak Pengabdian: Memetik Pembelajaran, Merancang Masa Depan". Acara ini menghadirkan dua pemateri utama yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Rivandy Azhari Ali Harahap yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD IMM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2024/2026 dan Abdul Afif Amrulloh yang menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD IMM Jawa Tengah periode 2024/2026. Kedua narasumber tersebut membawakan materi yang sangat relevan dan strategis terkait penguatan 
gerakan mahasiswa Muhammadiyah serta peran kader IMM ke depan.

Secara singkat, materi yang dibawakan pada kegiatan tersebut menitikberatkan pada pentingnya melacak kembali sejarah dan perjalanan gerakan mahasiswa Muhammadiyah. Pemahaman terhadap sejarah ini dianggap fundamental guna memberikan pembelajaran sekaligus merancang masa depan IMM yang lebih progresif dan berdaya saing.

Rivandy Harahap menyampaikan bahwa dalam melacak gerakan mahasiswa Muhammadiyah, ada enam sub materi penting yang perlu mendapat perhatian serius. Pertama, dinamika IMM yang tidak terlepas dari hubungan dengan persyarikatan Muhammadiyah. Kedua, dalam memilih pemimpin IMM, harus dipastikan figur tersebut memiliki peran solutif yang mampu menjawab berbagai persoalan internal dan eksternal. Ketiga, perubahan zaman yang terus berkembang telah membentuk pola perkaderan baru sehingga IMM harus mampu memobilisasi seluruh persoalan tersebut secara adaptif dan inovatif. 

Keempat, masyarakat sebagai sasaran utama gerakan IMM harus diarahkan ke hal-hal yang lebih jelas dan terarah dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kelima, persoalan lingkungan yang saat ini menimbulkan krisis iklim harus menjadi perhatian kader IMM agar muncul kader-kader yang peka dan responsif terhadap isu lingkungan. 

Keenam, IMM harus konsisten dalam merawat dan melestarikan budaya sebagai identitas sekaligus sumber kekuatan dalam menghadapi perubahan global. Terakhir, perlu adanya kolaborasi yang sinergis dengan berbagai pihak terkait guna mencapai tujuan bersama dengan cara 
yang cepat, taktis, dan efektif demi menjaga marwah IMM sebagai kaum intelektual yang progresif.

Sementara itu, materi yang disampaikan oleh Abdul Afif Amrulloh menekankan pada pentingnya memperkuat landasan ideologi IMM. Ia mengingatkan bahwa IMM memiliki ideologi yang berakar pada nilai-nilai Islam yang tertuang dalam Al-Quran dan Hadits. 

Oleh karena itu, kader IMM harus senantiasa menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman utama dalam berperilaku, berorganisasi, dan berkontribusi di masyarakat. Kuatnya landasan ideologi ini menjadi modal utama dalam membentuk kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kokoh dalam prinsip dan akhlak.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow