Muhammadiyah DIY Percepat Digitalisasi, Bimtek SATUMU Digelar di Kota Yogyakarta
YOGYAKARTA — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) SATUMU pada Sabtu (2/5) di SMA Muhammadiyah 1 Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital di lingkungan persyarikatan.
Wakil Sekretaris I MPI PP Muhammadiyah, Amir Nashiruddin, mengatakan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis Muhammadiyah dalam merespons perkembangan teknologi yang semakin kompleks. Selain sebagai amanat muktamar, langkah ini juga menjadi penanda memasuki abad kedua Muhammadiyah.
Menurut Amir, citra Muhammadiyah sebagai organisasi modern dan berkemajuan perlu didukung oleh sistem digital yang memadai. Karena itu, Muhammadiyah saat ini tengah mengembangkan sejumlah platform, di antaranya Direktori Organisasi Muhammadiyah sebagai pusat data terintegrasi dan E-KTAM sebagai identitas digital anggota.
Ia menilai, transformasi menuju sistem digital akan mendorong efisiensi dan fleksibilitas dalam pengelolaan organisasi. “Ke depan, pola kerja konvensional akan semakin ditinggalkan dan beralih ke sistem digital yang lebih cepat dan fleksibel,” ujarnya.
Dalam implementasinya, Muhammadiyah juga telah menerbitkan Surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 5 Tahun 2025 yang mewajibkan pembentukan agen dan verifikator di setiap jenjang organisasi.
Amir menjelaskan, peran agen dan verifikator menjadi krusial dalam memastikan pengelolaan dan validasi data berjalan dengan baik hingga ke tingkat daerah. Mereka akan menjadi penggerak utama dalam mendukung sistem kantor digital yang tengah dikembangkan.
“Agen verifikator ini menjadi tulang punggung dalam keberlangsungan sistem digital Muhammadiyah. Ketika sistem ini berjalan, elemen lainnya akan terintegrasi,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan PWM DIY dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta yang dinilai aktif mengawal implementasi digitalisasi tersebut. Partisipasi yang tinggi dari peserta bimtek disebut menjadi modal awal untuk memperluas penerapan sistem digital di seluruh wilayah.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah berharap transformasi digital dapat berjalan lebih cepat dan merata. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menjawab tantangan di era digital.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow