MTC Sentolo Disiapkan Jadi Kawah Candradimuka Kader dan SDM Global Muhammadiyah
KULON PROGO — Muhammadiyah mulai menyiapkan pusat pengembangan sumber daya manusia terintegrasi melalui pembangunan Muhammadiyah Training Center (MTC) di Sentolo, Kulon Progo, Sabtu (9/5). Fasilitas tersebut tidak hanya dirancang sebagai tempat pelatihan pendidikan, tetapi juga diproyeksikan menjadi ruang pembinaan kader, penguatan keterampilan industri, hingga pusat penguasaan bahasa asing bagi generasi Muhammadiyah.
Ground breaking pembangunan MTC dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PP Muhammadiyah. Kehadiran gedung ini dinilai menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai persyarikatan.
Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, mengatakan MTC akan menjadi ruang pengembangan pendidikan nonformal Muhammadiyah yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Menurutnya, fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan bagi kepala sekolah, guru, hingga peserta didik dari berbagai daerah.
“Ini dapat menjadi tempat pelatihan bagi kepala sekolah, guru, maupun peserta didik. Tentu ini akan menjadi wajah baru bagi pendidikan nonformal Muhammadiyah di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menjelaskan MTC juga akan dikembangkan sebagai pusat bahasa untuk mendukung meningkatnya kebutuhan studi luar negeri di kalangan pelajar Muhammadiyah.
Ia menilai semakin banyaknya siswa Muhammadiyah yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri membuka peluang besar bagi syiar dakwah Muhammadiyah di tingkat internasional.
“Hadirnya anak-anak kita yang belajar di luar negeri tentu membuka peluang bagi syiar dakwah Muhammadiyah sehingga nilai-nilai Kemuhammadiyahan dapat dirasakan di seluruh penjuru dunia,” jelasnya.
Selain itu, MTC juga akan mengusung konsep teaching factory yang diarahkan untuk menjembatani kebutuhan dunia industri. Konsep tersebut diharapkan mampu membantu siswa memperoleh pengalaman pelatihan dan praktik kerja lapangan yang lebih relevan dengan kebutuhan kerja masa kini.
Tak hanya fokus pada pengembangan akademik dan keterampilan, MTC juga diproyeksikan menjadi pusat penguatan ideologi Muhammadiyah melalui pelaksanaan Baitul Arqam bagi kader muda.
Didik berharap fasilitas itu dapat melahirkan kader Muhammadiyah yang memiliki komitmen ideologis kuat sekaligus siap menghadapi tantangan global.
“Harapannya dapat dijadikan tempat Baitul Arqam sehingga mendukung pembinaan ideologi, komitmen, wawasan, dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan bagi para kader masa depan,” katanya.
Pembangunan Muhammadiyah Training Center menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari penguatan kompetensi akademik, keterampilan industri, penguasaan bahasa asing, hingga pembinaan karakter dan ideologi kader.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow