Muhammadiyah Jajaki Kolaborasi Dakwah, Kemanusiaan, dan Media Digital dengan Jamiyah Singapore dan Komunitas Muslim Kanada
JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi Jamiyah Singapore dan perwakilan komunitas Muslim Kanada di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (14/7). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sekaligus menjajaki peluang kerja sama di bidang dakwah, pendidikan, kemanusiaan, dan pengembangan media digital.
Delegasi Muhammadiyah dihadiri Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, dan Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin. Sementara rombongan tamu dipimpin Ketua Jamiyah Singapore, Hasby.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak saling memperkenalkan program unggulan masing-masing organisasi serta mendiskusikan sejumlah peluang kolaborasi yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hilman Latief mengapresiasi kiprah Jamiyah Singapore yang telah berdiri sejak 1932 dan aktif mengembangkan berbagai program sosial, pendidikan, serta kemanusiaan. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Food Bank yang membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga kurang mampu.
“Jamiyah Singapore memiliki perhatian yang sama dalam bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, dan aktivitas kemasyarakatan lainnya. Insyaallah kita akan berkolaborasi dan saling belajar dari kelebihan masing-masing,” ujar Hilman.
Sementara itu, Ketua Jamiyah Singapore Hasby menyampaikan ketertarikannya terhadap pengalaman Muhammadiyah dalam mengembangkan media dakwah dan ekosistem digital. Menurutnya, pengelolaan platform media yang dilakukan Muhammadiyah menjadi salah satu praktik yang layak dipelajari.
Hasby mengatakan pihaknya ingin memahami lebih jauh mengenai tata kelola media, produksi konten, strategi distribusi, hingga pengelolaan unit penyiaran yang dikembangkan Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, Jamiyah Singapore juga mengundang PP Muhammadiyah untuk menghadiri Singapore Muslim Festival, agenda tahunan yang mempertemukan berbagai organisasi dan komunitas Muslim di Singapura.
“Kami ingin mengajak Muhammadiyah melihat berbagai proyek yang kami jalankan di Singapura. Mudah-mudahan akan lahir lebih banyak ide yang dapat dikerjasamakan,” kata Hasby.
Selain itu, kedua pihak turut membahas kemungkinan pengembangan konsep Singapore Muslim Festival melalui kolaborasi di wilayah lain, termasuk Jakarta.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Thaha, perwakilan komunitas Muslim Kanada sekaligus pimpinan Sound Vision. Ia memaparkan perkembangan komunitas Muslim di Kanada, termasuk keterwakilan Muslim di parlemen serta aktivitas Sound Vision sebagai media Muslim yang telah beroperasi sejak 1990.
Thaha juga memperkenalkan Muslim Fest, festival seni dan budaya Muslim terbesar di Amerika Utara yang setiap tahun menarik puluhan ribu pengunjung.
Melalui pertemuan ini, Muhammadiyah, Jamiyah Singapore, dan komunitas Muslim Kanada sepakat memperkuat komunikasi serta membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan dakwah, pelayanan kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dan media digital di tingkat internasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow