MTK PWA DIY Gelar PAD dan Monev BIKKSA, Optimalkan Program Dakwah Perempuan Berkemajuan 2026
YOGYAKARTA — Hujan deras yang mengguyur Kota Yogyakarta pada Ahad pagi (11/1) tak menyurutkan semangat para muballighat ‘Aisyiyah untuk menghadiri Pertemuan Antar Daerah (PAD) Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sekaligus Monitoring dan Evaluasi (Monev) Biro Konsultasi Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (BIKKSA) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta.
Bertempat di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Jalan Sultan Agung No. 14, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. kegiatan ini dihadiri MTK PWA DIY, PDA Kota Yogyakarta, MTK PDA se-DIY, serta para ketua MTK dan ketua–sekretaris BIKKSA PCA se-Kota Yogyakarta. Bahkan, utusan dari MTK PDA Gunungkidul yang datang dari wilayah terjauh sudah hadir sejak awal acara, memanfaatkan waktu untuk dokumentasi dan mengunjungi bazar UMKM ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta.
Ketua MTK PDA Kota Yogyakarta, Dra. Mulyani, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena PAD MTK PWA DIY kembali digelar di Kota Yogyakarta untuk kedua kalinya pada periode kepemimpinan 2022–2027.
“PAD merupakan ikhtiar bersama para muballighat ‘Aisyiyah untuk terus mengasah diri, saling belajar, dan memperkuat peran dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan memajukan, sebagaimana perintah Allah SWT dalam QS An-Nahl ayat 125,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan BIKKSA semakin memperkuat peran ‘Aisyiyah dalam dakwah pencerahan, tidak hanya melalui ceramah (bil-lisan), tetapi juga aksi nyata (bil-hal) dalam menjawab persoalan dan problematika keluarga di masyarakat.
Senada dengan itu, Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, S.Ag., mengapresiasi pelaksanaan PAD MTK se-DIY sekaligus Monev BIKKSA PDA Kota Yogyakarta. Menurutnya, PAD menjadi momentum penting untuk memajukan gerakan dakwah perempuan berkemajuan.
“Silaturahmi antar muballighat akan membuka pintu-pintu rezeki ilmu, kesehatan, dan persaudaraan, sekaligus memperpanjang usia dakwah yang memberi kebermanfaatan bagi umat manusia,” ungkapnya.
Rowiyah juga menegaskan bahwa ‘Aisyiyah telah lama dipercaya masyarakat sebagai ruang aman untuk berbagi dan mencari solusi atas persoalan keluarga. Oleh karena itu, kehadiran BIKKSA menjadi bentuk keseriusan ‘Aisyiyah dalam meningkatkan layanan konsultasi keluarga yang profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua MTK PWA DIY, Dra. Hasta Dewi, menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah dan seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa PAD merupakan agenda rutin MTK PWA DIY sebagai sarana konsolidasi kelembagaan dan evaluasi program.
“PAD awal tahun 2026 ini mengusung tema Optimalisasi Pelaksanaan Program untuk mengevaluasi program sepanjang 2025, sekaligus merumuskan penguatan dan percepatan program 2026 agar dakwah ‘Aisyiyah di DIY semakin berdaya, bergerak, dan berdampak,” jelasnya.
Terkait penguatan BIKKSA, Hasta mendorong agar setiap BIKKSA dapat menunjuk tenaga ahli dan konselor sesuai bidangnya, serta membangun jejaring dengan lembaga sejenis, khususnya di lingkungan Muhammadiyah, sebagai rujukan strategis layanan keluarga.
Pada sesi berikutnya, Ketua BIKKSA “HUMAIRA” PWA DIY, Siti Khoiriyah, S.Ag., memaparkan pedoman pengelolaan dan administrasi BIKKSA berdasarkan Buku Panduan BIKKSA. Pedoman ini diharapkan dapat memudahkan koordinasi, penguatan program, serta dokumentasi kegiatan BIKKSA di semua tingkatan.
Ketua BIKKSA “AS-SAKINAH” PDA Kota Yogyakarta, Dra. Rum Hayati, menyampaikan harapannya agar Monev BIKKSA dapat memotivasi cabang-cabang ‘Aisyiyah yang belum memiliki BIKKSA untuk segera mendirikannya.
“Saat ini sudah ada sembilan BIKKSA PCA di Kota Yogyakarta, yakni BIKKSA ‘EL-PARKA’ Wirobrajan, ‘KKA KOTAPERAK’ Kotagede, ‘BKS AMANAH’ Ngampilan, ‘BAITY JANNATY’ Tegalrejo, ‘SAMARA’ Umbulharjo, ‘USRATUS SA’IDAH’ Gondokusuman, ‘MIFTAHUS SA’ADAH’ Kraton, ‘UMMU BASHIRAH’ Danurejan, dan yang termuda ‘TAZAKKA’ Mergangsan,” paparnya.
Kegiatan Monev BIKKSA juga diisi dengan sesi best practice sebagai pembelajaran bersama. Praktik baik disampaikan oleh BIKKSA “EL-PARKA” PCA Wirobrajan yang telah berdiri sejak 2013, dipaparkan langsung oleh Ketua Dr. Evi Rosalina Widyayanti, S.E., M.M.
Acara ditutup dengan diskusi interaktif yang berlangsung dinamis dan mencerahkan, menegaskan komitmen ‘Aisyiyah untuk terus memperkuat dakwah keluarga yang solutif dan berkemajuan.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow